KESATUCO – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memaparkan berbagai inovasi unggulan Kota Sukabumi. Hal bitu Ia dalam tahapan Penilaian Presentasi Kepala Daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Gedung Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan Pemkot Sukabumi lahir dari kebutuhan nyata masyarakat dan diarahkan untuk memperkuat kemandirian daerah melalui digitalisasi, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan daya saing ekonomi kreatif.
“Saya berada di BSKDN hari ini, kepala daerah melakukan presentasi bagaimana Kota Sukabumi menjadi salah satu nominator kota yang inovatif. Mudah-mudahan, mohon doanya supaya Kota Sukabumi mendapatkan hasil yang baik dalam hal inovasi daerah,” ujar Wali Kota Sukabumi.
Baca Juga: Enam Kelompok Tani di Sukabumi Terima Bantuan Alsintan dari Brimob di HUT ke-80
Dua inovasi utama yang dipresentasikan adalah SPANDA SANTUN (Screening Pajak Daerah Satu Pintu Terintegrasi) dan SMART-K (Sistem Manajemen Akuakultur, Rekayasa Teknologi, dan Kemitraan).
Melalui digitalisasi SPANDA SANTUN, Pemkot Sukabumi dapat memantau kinerja perangkat daerah secara real-time, mengidentifikasi capaian di bawah standar, serta melakukan evaluasi bersama lembaga terkait seperti Kejaksaan.
Sementara itu, inovasi SMART-K berfokus pada penguatan sektor perikanan dan UMKM melalui pelatihan kompetensi, penyediaan akses permodalan, serta jaminan pasar bekerja sama dengan pihak swasta. Program ini juga diperluas lewat kolaborasi dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Ngawi untuk pengembangan budidaya perikanan dan ekonomi lokal.
Baca Juga: Pemdaprov Jabar Perkuat Sinergi dengan Kejati Jabar
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat keberlanjutan inovasi melalui penyusunan regulasi daerah.
“Kami sedang menyiapkan usulan Peraturan Daerah untuk memperkokoh landasan hukum inovasi seperti SPANDA SANTUN. Hal ini penting agar inovasi tidak terhenti akibat dinamika politik atau pergantian kepemimpinan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penerapan inovasi telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Melalui program SMART-K, produktivitas perikanan meningkat 3,18 persen dan pendapatan pembudidaya ikan naik hingga 149 persen.
“Kami memastikan setiap inovasi memiliki regulasi, mitra kerja, serta dukungan akademik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Wali Kota Sukabumi.
