KESATUCO – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa fokus utama pembangunan Kota Sukabumi pada 2027 adalah menekan angka pengangguran. Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan janji politik yang ia sampaikan sejak awal menjabat.
“Selain penekanan pada penanganan pengangguran, kami pun berkomitmen terhadap peningkatan pendidikan melalui penyediaan beasiswa sarjana dan pelatihan vokasi bagi warga ber-KTP Kota Sukabumi,” ujar Ayep dalam kegiatan Kick-Off Perencanaan 2027 di Bappeda Kota Sukabumi, belum lama ini.
Wali kota menyoroti perlunya penyehatan fiskal daerah untuk memastikan anggaran dapat diarahkan pada sektor yang langsung bersentuhan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat. Salah satu langkah kunci yang akan ditempuh adalah mengefisiensikan belanja pegawai.
Baca Juga: Five Nations Stamp Exhibition 2025: Ajang Kualifikasi Dunia Sekaligus Sarana Edukasi Budaya Filateli
“Masyarakat adalah keluarga yang perlu diperjuangkan taraf hidupnya. Karena itu, langkah pengurangan belanja pegawai disebutkan sebagai strategi utama penyehatan fiskal,” ungkapnya.
Saat ini, belanja pegawai Kota Sukabumi mencapai 49 persen dari APBD, atau sekitar Rp179 miliar—angka yang dinilai melebihi target perencanaan dari Kementerian Keuangan. Ayep menekankan bahwa efisiensi hanya Rp50 miliar saja sudah dapat memberikan dampak signifikan terhadap penanganan pengangguran.
“Kalau kita bisa efisiensi 50 miliar saja, uang ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pengangguran. Ada banyak yang bisa bekerja. Saya minta ini diperhitungkan,” tegasnya.
Baca Juga: Coffee Culture Kota Bandung Kian Menguat
Upaya efisiensi tersebut akan diwujudkan melalui kebijakan tidak menambah ASN maupun non-ASN serta melakukan evaluasi tenaga non-ASN secara berkala.
“Saya tidak akan mendidik ujung-ujungnya menjadi pengangguran. Warga kota akan saya perjuangkan, terutama kelompok usia produktif yang saat ini menjadi basis angka pengangguran sebesar 8,1persen,” ujarnya.
Selain menyiapkan lapangan kerja dan menekan jumlah pengangguran, Pemkot Sukabumi juga meningkatkan perhatian terhadap kualitas pendidikan. Rencana penyediaan beasiswa sarjana dan program pelatihan vokasi disebut sebagai bagian integral dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh
Di bidang kesehatan, Ayep mengungkapkan langkah progresif Pemkot yang saat ini sedang berkoordinasi dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk menghadirkan layanan kemoterapi kanker di RSUD Syamsudin, SH (Bunut).
“Jangan sampai warga Kota Sukabumi harus berobat ke Dharmais Jakarta atau ke Bandung. Bunut sudah menyiapkan alatnya, tinggal di-cover BPJS untuk pembiayaannya. Hal seperti ini penting,” tuturnya.
Ia menilai akses layanan kesehatan yang memadai merupakan fondasi penting untuk membangun kota yang kuat secara sosial.
Untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi jangka panjang, Pemkot Sukabumi menargetkan penyediaan lahan seluas 1.000 hektare sebagai kawasan industri dan pendidikan. Kawasan ini diharapkan dapat menarik investasi dan membuka banyak lapangan kerja baru.
Baca Juga: PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh, Direksi Turun Langsung ke Lokasi
Namun, Ayep mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait proses perizinan dan tingginya nilai jual tanah di beberapa titik strategis, termasuk di kawasan Cemerlang.
“Kendala nilai jual tanah dan proses perizinan ini memang harus dibenahi. Namun, target 1.000 hektare tetap kami perjuangkan,” pungkasnya.
