KESATUCO – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan tiga sektor utama sebagai fokus pembangunan tahun 2026, yaitu infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sukabumi Asep Japar dalam rapat dinas yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin 19 Januari 2025.
Bupati Asep Japar menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama dalam merealisasikan program prioritas tersebut, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Komisi I DPRD Sukabumi Tekankan Percepatan Reforma Agraria Lewat Sinergi Lintas Sektor
“Tiga program prioritas Pemkab Sukabumi tahun 2026 ini harus direalisasikan. Kita harus lebih semangat dan solid antarperangkat daerah,” tegasnya.
Dalam mendukung sektor pendidikan, Pemkab Sukabumi telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Universitas Mitra Bangsa.
Kerja sama tersebut meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: LEPAS L8, Kenyamanan Berkendara yang Menyatu dengan Ritme Kota
Selain itu, Pemkab Sukabumi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kerja sama dengan Perum Perhutani KPH Sukabumi, khususnya dalam penanggulangan bencana.
Bupati menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan.
Ia meminta para camat untuk bertindak cepat dengan turun langsung ke lapangan saat bencana terjadi, bahkan sebelum instansi teknis tiba, serta memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan tepat waktu.
Baca Juga: Pengelolaan Sampah Terus Diakselerasi, Pemkot Bandung Taat Regulasi
“Di tengah kondisi anggaran yang menurun, mari kita tetap menjaga semangat dan memaksimalkan pelayanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan harus terus ditingkatkan.
Ia menilai respons cepat dan penanganan yang jelas, terutama dalam situasi bencana, menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Persoalan krusial harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” katanya.
Wabup juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta koordinasi lintas sektor agar setiap kebijakan dan program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik dari tingkat bawah hingga atas.
Baca Juga: Wagub Erwan Apresiasi FK PKBM yang Hadirkan Pendidikan Nonformal
“Saya meminta informasi pemerintah disampaikan secara transparan,” pungkasnya.
