KESATU.CO – Indonesia resmi bergabung sebagai anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian Dunia. Keputusan ini diambil Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global, khususnya mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menjelaskan bahwa Board of Peace merupakan badan internasional yang bertugas memantau proses stabilisasi serta upaya rehabilitasi, terutama di Gaza, Palestina.
Menurutnya, keanggotaan Indonesia menjadi langkah strategis agar suara Indonesia bisa langsung terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Baca Juga: SAR Temukan Enam Korban Kecelakaan Pesawat Pegunungan Sulawesi
“Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi stabilisasi dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza, khususnya di Palestina,” ujar Sugiono, ditulis Sabtu (24/1).
Sugiono menuturkan, sejak awal Indonesia sudah terlibat dan konsisten menyuarakan pentingnya perdamaian Palestina. Karena itu, ketika piagam pembentukan Dewan Perdamaian ditandatangani dalam proses yang relatif cepat, Presiden Prabowo memutuskan Indonesia harus berada di dalamnya.
Alasan utama bergabungnya Indonesia, lanjut Sugiono, adalah agar bisa ikut mengawal arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
Baca Juga: Tertibkan Kawasan Hutan Nasional, Pemerintah Cabut 28 Izin Perusahaan
Kehadiran Indonesia juga dinilai penting untuk memberi masukan, saran, serta pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil bersifat nyata dan berkelanjutan.
“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono.
Baca Juga: Polri soal Penanganan TPPO: Korban Langgar Hukum Karena Paksaan Tak Dipidana
Ia menambahkan, dibandingkan sekadar pernyataan atau kecaman, Dewan Perdamaian menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan realistis bagi perdamaian.
Indonesia, kata dia, akan terus memanfaatkan keanggotaannya untuk memastikan proses tersebut berjalan sesuai prinsip keadilan dan stabilitas internasional. ***
