KESATUCO – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat empati, solidaritas, dan integritas insan pers.
Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan yatim piatu yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, kemarin
Menurutnya, Ramadan bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga waktu refleksi untuk memperkuat tanggung jawab sosial organisasi profesi.
Baca Juga: Ramadan Perkuat Budaya Kerja Religius di Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi
“Nilai utama Ramadan adalah kepedulian dan keikhlasan. PWI harus mampu menerjemahkan nilai itu dalam tindakan nyata, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat,” ujar Akhmad Munir.
Ia menambahkan, di tengah perubahan lanskap media dan tantangan profesi wartawan, kekompakan dan solidaritas menjadi modal utama untuk menjaga marwah organisasi.
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyebut kegiatan tersebut sebagai penguat silaturahmi sekaligus pengingat akan peran sosial PWI.
“Ini bukan sekadar buka puasa bersama. Ini adalah wujud komitmen bahwa PWI harus selalu hadir, menjaga solidaritas, dan memperkuat integritas,” katanya.
Dukungan kegiatan juga datang dari Fiesta yang diwakili Suparman selaku Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi PWI dalam menjalankan kegiatan sosial yang berdampak luas.
Acara berlangsung penuh kehangatan dan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar semangat Ramadan terus menguatkan langkah organisasi dan seluruh insan pers Indonesia.
