KESATU.CO — Upaya memperkuat pembangunan keluarga di Jawa Barat kini tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran media dan kalangan penulis.
Langkah ini tercermin dalam penyelenggaraan Forum Komunikasi Media dan Lintas Sektor Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Barat 2026.
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 1 April 2026 di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung itu menjadi ruang temu strategis bagi pemerintah, mitra kerja, serta insan media. Forum ini juga dirangkaikan dengan diseminasi informasi melalui bedah buku bertajuk Membangun Keluarga Jawa Barat.
Salah satu penulis buku tersebut, Ferry Hadiyanto, menilai bahwa pembangunan keluarga harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah. Menurut dia, kualitas keluarga akan menentukan arah dan daya saing sumber daya manusia di masa depan.
“Pembangunan keluarga bukan hanya soal program, tetapi bagaimana menciptakan kesadaran kolektif bahwa keluarga adalah titik awal dari seluruh proses pembangunan,” ujar Ferry yang didampingi Najip, dalam forum tersebut, Rabu (01/04/2026)
Forum ini dirancang sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun sinergi antar pemangku kepentingan. Melalui pendekatan lintas sektor, diharapkan pesan-pesan program Bangga Kencana dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat luas.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran media dalam mendukung penyebarluasan informasi. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk pemahaman publik terhadap isu-isu kependudukan dan pembangunan keluarga.
Dalam konteks tersebut, kanal komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) menjadi instrumen utama. Baik media cetak maupun digital diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan pesan yang mudah dipahami namun tetap substansial.
Forum ini juga menjadi momentum untuk merumuskan langkah-langkah implementatif ke depan. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan kualitas layanan, tetapi juga penguatan tata kelola program serta akuntabilitas organisasi.
Ferry menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga di Jawa Barat. Tanpa sinergi yang kuat, program yang dirancang berpotensi tidak berjalan optimal di lapangan.
“Sinergi menjadi penting, karena tantangan pembangunan keluarga semakin kompleks. Dibutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif,” katanya.
Melalui forum ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun kualitas keluarga. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan, melalui penguatan program Bangga Kencana, akan lahir keluarga-keluarga yang tangguh, sehat, dan berdaya saing. Hal ini dinilai menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang lebih sejahtera.
Dengan mengedepankan kolaborasi dan komunikasi yang efektif, pembangunan keluarga di Jawa Barat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Forum ini menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan seluruh elemen bergerak dalam satu visi yang sama: membangun kualitas manusia dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
