KESATU.CO – Terlihat megah berdiri tegak di jalan Asia Afrika, berdesain cantik memperlihatkan “kelasnya”.
Siapapun ingin hadir dan menginap di hotel yang megah tersebut. Bangunan kokoh, pelayanan yang profesional menunjukkan bahwa hadir waktu demi waktu untuk menampakkan sisi prestisius yang menawan.
“Di hotel ini, salah satu sejarah yang banyak orang tahu adalah perihal keberadaannya sebagai tempat tinggal para pimpinan sebuah bangsa di wilayah Asia Afrika. Namun, pernahkan orang orang tersebut mafum bahwa di dalamnya ada kamar yang pernah ditempati oleh Proklamator bangsa ini yakni Ir. Soekarno,” jelas Yuke, marketing communication hotel Savoy Homan, Senin (27/04/2026).
‘Belum lagi jejak sejarah para pemimpin dunia tersebut masih hadir jelas dan bisa disaksikan,” imbuhnya.
Yuke menjelaskan bahwa occupancy atau keberadaan pengunjung hotel akan sangat terasa ketika hari weekend. Beragam kunjungan dari wilayah non-Bandung jelas terlihat dan salah satu tujuannya adalah menapaki jejak sejarah hotel heritage ini,”terangnya.
Ia bahkan menjelaskan salah satu yang menjadi magnet kEhadiran banyak orang mau menginap di hotel Savoy ini adalah perihal “sejarah” tempat yang menjadi saksi biksu tempat hotel tersebut jadi peristirahatan para pimpinan negara Asia dan Afrika.
“Saya dan bu Francis pernah menjadi pekerja juga di sini dan jika masih ada “jejak” kami berkontribusi di sini bisa terlihat di daftar hadir para pemimpin dunia yang pernah datang untuk Konferensi Asia Afrika,” tutur Drs. Hilwan Shaleh yang diiyakan oleh Francis.
Ia menjelaskan bahkan dirinya pernah membuat sebuah terobosan ide yang hingga sekarang produk ide tersebut masih ada dan digunakan, yakni mobil tua yang terreplikakan di tahun 1930 dengan no khusus.
Tak berbeda dengan humas Bandung Heritage, Sulhan Syafe’i yang akrab dipanggil Aan.
“Melakukan program peringatan ulang tahun KA ke-71, kenapa kita harus lakukan? Karena ini pentingnya bagi kita warga biasa lah, jadi kita mengusulkan itu, bekerjasama dengan Bandung Heritage, kemudian kita mengunjungi Sapoy Homan. Sebelumnya, minggu kemarin kita berkunjung ke Kopi Aroma, karena memang limitnya terbatas, jadi kita hanya mengundang tujuh orang,” jelas Aan.
“Kenapa kita lakukan itu? Karena ini peristiwa yang penting. Karena setelah konferensi Asia-Afrika itu, puluhan negara di Asia dan Afrika itu merdeka. Jadi dari situlah titik sebenarnya ketika Bandung menjadi mercusuar untuk semua negara atau banyak negara di dunia ini merdeka.
Itu pentingnya kita lakukan, seperti peringatan yang hari ini kita lakukan,” imbuhnya.
Mrs.Frances Effendi yang turut hadir menambahkan bahwa dirinya dulu hadir dan tahu bagaimana perubahan di hotel Savoy ini begitu terasa.
Beberapa bangunan hotel ada perubahan tetapi bangunan lama masih tetap dipertahankan untuk fungsi sejarah bangunan ini.
” Produk produk memori yang ada di etalase ini menunjukkan betapa hotel Savoy turut mendukung perhelatan nasional penting di Bandung dan saya bahagia bisa mendapat kesempatan hadir dan mendukungnya,” pungkas Mrs.Frances.
