KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi perbankan berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero) senantiasa mengusung sebuah misi bisnis yang akbar demi perekonomian nasional. Yakni, terus membukukan performa dan kinerja gemilang.
Lalu, bagaimana perkembangan bisnis perbankan berkode emiten BNI itu hingga sebelas bulan terakhir selama 2024?
Dalam pelaporan keuangannya, hingga November 2024, kinerja solid terus dipertontonkan PT BNI Tbk (Persero).
Perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini sukses meraup laba bersih bernilai jumbo, yakni Rp19,81 triliun. Perolehan laba bersih hingga November 2024 itu menggeliat 4,04 persen secara tahunan.
Ada beberapa faktor penunjang yang membuat PT BNI Tbk (Persero) membukukan laba bersih nan masif.
Antara lain, hingga November 2024, perbankan pelat merah ini berhasil menambah pundi-pundi asetnya. Hingga satu bulan menjelang berakhirnya periode 2024, PT BNI Tbk (Persero) punya aset berlimpah, yang nominalnya Rp1.072,63 triliun.
Selain itu, perbankan Merah Putih itu juga berhasil memperbanyak penyaluran kreditnya. Secara tahunan, gelontoran kredit PT BNI Tbk (Persero) bergairah 10,96 persen atau menjadi Rp739,53 triliun.
Baca Juga: Mau Pelesiran Pakai Kereta Selama Nataru 2024-2025? Tenang, Ratusan Ribu Lembar Tiket Masih Tersedia
Berkat masifnya penyaluran kredit itu, PT BNI Tbk (Persero) meraup Net Interest Income (NII) bernilai Rp35,61 triliun.
Penopang berikutnya yakni perolehan komisi dan fee based income. Nominalnya pun akbar, yaitu Rp9,38 triliun atau lebih banyak 1,11 persen daripada perolehan hingga November 2023.
Catatan kinclong lainnya, yaitu pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga November 2024, BNI mengelola dana masyarakat yang lebih banyak 6,99 persen daripada periode sama 2023, yakni bernilak Rp783,78 triliun.
Jumbonya pengelolaan DPK itu berkat bergeliatnya Current Account Saving Account (CASA) alias dana murah, yang terdiri atas tabungan dan Giro, sebanyak 11,08 persen atau menjadi Rp559.36 triliun.
Sisanya, merupakan dana mahal, berupa deposito, yang hingga November 2024 berada pada level Rp224,42 triliun atau menggeliat 2,02 persen secara tahunan. (win/*)
