KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan perkembangan teknologi digital, banyak industri dan korporasi bertransformasi. Begitu pula dengan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor telekomunikasi, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (Persero).
Melansir telkom.co.id, berkat penerapan transformasi digital, PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) menorehkan performa gemilang. Pada triwulan III 2024, korporasi Merah Putih itu meraup income jumbo, yakni bernilai Rp112,2 triliun atau bertambah 0,9 persen secara tahunan.
Dalam keterangannya, Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (Persero), mengemukakan, selain income bernilai jumbo,pada triwulan III 2024, pihaknya pun membukukan Earnings Before Interest Taxes Depreciation and Amortization (EBITDA) bernilai akbar, yakni Rp56,6 triliun.
“Sedangkan laba bersih yang kami peroleh pada triwulan III 2024 yakni Rp17,7 triliun,” tandas Ririek Adriansyah.
Dia mengatakan, pencapaian-pencapaian itu berkat keseriusan jajarannya bertransformasi digital melalui skema 5 Bold Moves, yang menggeliatkan beberapa kini bisnis.
Antara lain, sebut dia, Data, Internet & IT Services. Lini bisnis ini, jelasnya, secara tahunan, menggeliat 7,2% persen atau nominalnya menjadi Rp67,9 triliun.
Lalu, lanjut dia, lini bisnis Consumer (Mobile dan Fixed Broadband), yang teknis operasional oleh anak usahanya, PT Telkomsel Tbk.
Korporasi ini berhasil memperbanyak income. Berkat Digital Bussiness, yang menggeliat 2,5 persen lebih banyak daripada periode sama 2023, yakni bernilai Rp58,8 triliun, ujar Ririek Adriansyah, level probabilitas income PT Telkomsel Tbk, yang punya total pelanggan sekitar 169 juta, bertambah 16,4 persen secara tahunan atau posisinya menjadi Rp85,2 triliun.
Baca Juga: Sambut Nataru 2024-2025, Garuda Punya Armada Baru, Sewa Empat Unit Pesawat
Penunjang kinerja positif berikut, tutur dia, yaitu income yang diraup kini bisnis enterprise. Angkanya, sahutnya, bertambah 3,8 persen secara tahunan, yakni bernilai Rp15,2 triliun.
Geliat kini bisnis ini pun, terangnya, berkat sistem digitalisasi. Yaitu, ungkap dia, mengimplementasikan sistem Digital Connectivity berpola High Speed oleh e-Payment. Enterprise Connectivity dan Digital IT Services.
Lini bisnis Wholesale and International pun, kata Ririek Adriansyah, meraup income yang secara tahunan, bergairah 8,8 persen atau menjadi Rp13,4 triliun.
Pergerakan positif kini bisnis ini, tukasnya, ditopang infrastruktur digital dan pertumbuhan pola pelayanan voice wholesale international.
Segmen lainnya yang turut berkontribusi, tambah Ririek Adriansyah, yaitu menara telekomunikasi. Anak usahanya, Mitratel, pada triwulan III 2024, berhasil memperoleh income yang lebih banyak 8,7 persen daripada periode sama tahun sebelumnya, yakni Rp6,8 triliun.
Bagaimana soal Captial Expenditure (CAPEX) atau belanja modal alias investasi?
Pada triwulan III 2024, beber Ririek Adriansyah, pihaknya menggelontorkan dana CAPEX bernilai Rp17,5 triliun. Angka itu, sahutnya, setara dengan pemanfaatan 15,6 persen total income.
Penggunaannya, klaim Ririek Adriansyah, yakni pemerkuatan infrastruktur jaringan demi kenyamanan para pelanggannya saat beraktivitas. (*)
