KESATU.CO Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus digencarkan Forum Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Kota Bandung. Tak hanya fokus pada kebutuhan lokal, FPLKP kini mulai mengarahkan lulusannya untuk menembus pasar kerja internasional.
Ketua FPLKP DPC Bandung, Zoel Ichwan Sy, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan ratusan tenaga kerja terampil untuk diberangkatkan ke luar negeri, khususnya kawasan Eropa Timur. Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjawab tantangan pengangguran sekaligus membuka peluang kerja global bagi masyarakat.
“Kami telah menjalin komunikasi dengan perusahaan yang bergerak dalam penyaluran tenaga kerja ke Eropa Timur. Saat ini, kami diminta menyiapkan sekitar 300 tenaga kerja siap pakai di bidang perhotelan,” ujar Zoel dalam keterangannya.
Menurutnya, peluang tersebut menjadi momentum penting bagi lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mencetak tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di level internasional. Ia menegaskan, lulusan pelatihan tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Zoel menjelaskan, penguatan ekosistem pelatihan menjadi fokus utama FPLKP Bandung. Melalui tema “sinergi visioner”, pihaknya mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan sistem pelatihan yang adaptif di era digital 5.0.
“Kami ingin membangun ekosistem LKP yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga terkoneksi dengan kebutuhan industri, termasuk peluang kerja di luar negeri,” katanya, Rabu (22/04/2026)
Dalam upaya tersebut, FPLKP Bandung активно menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah kerja sama dengan Telkom Indonesia. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan teknologi untuk mendukung metode pembelajaran hingga penguatan sistem pemasaran lembaga pelatihan.
Zoel menilai, integrasi teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelatihan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. Dengan dukungan infrastruktur digital, proses belajar diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri.
“Kerja sama ini akan mencakup pengembangan metode pengajaran berbasis teknologi serta dukungan digital untuk pemasaran program pelatihan,” jelasnya.
Selain itu, FPLKP Bandung juga активно menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Dukungan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen serta dinas terkait di Kota Bandung dinilai sangat penting dalam memperkuat program-program yang dijalankan.
Zoel menyebut, sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan, telah berjalan cukup baik. Program-program pelatihan yang digelar bahkan turut terintegrasi dengan kegiatan reses anggota DPRD, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Tak hanya itu, FPLKP Bandung juga menghadirkan kolaborasi dengan praktisi industri, termasuk figur-figur inspiratif dari dunia kuliner seperti alumni ajang MasterChef Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus wawasan praktis kepada peserta pelatihan.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar, tetapi juga terinspirasi dari para praktisi yang sudah sukses di bidangnya,” ujar Zoel.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan lembaga kursus bukan hanya pada kualitas pelatihan, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu, FPLKP Bandung terus mendorong anggotanya untuk berinovasi, baik dalam kurikulum maupun metode pembelajaran.
Zoel optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan berbagai pihak, lembaga kursus dan pelatihan di Bandung mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM. Bahkan, bukan tidak mungkin Bandung akan menjadi salah satu pusat penghasil tenaga kerja terampil yang diakui secara global.
“Ini bukan hanya soal pelatihan, tapi bagaimana kita membangun masa depan tenaga kerja Indonesia yang lebih kompetitif,” pungkasnya.
Langkah FPLKP Bandung ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman. Dengan arah yang jelas dan dukungan ekosistem yang kuat, peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk bersaing di kancah internasional semakin terbuka lebar.
