KESATU.CO, PURWAKARTA — Sorak gembira pecah di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu tampak antusias mengantre sambil membawa ember dan jeriken demi menyambut kedatangan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein yang datang langsung mengawal armada truk tangki air bersih.
Kunjungan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat yang dalam beberapa pekan terakhir terpaksa berjuang menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah Purwakarta.
Dampak Kemarau: Tegalwaru Mulai Mengering
Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta memang mulai merasakan dampak kekeringan yang cukup parah. Sumber air warga, mulai dari sumur gali hingga mata air pegunungan, perlahan mengering.
Desa Batu Tumpang di Kecamatan Tegalwaru menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, dan MCK, warga sebelumnya harus berjalan jauh mencari sisa-sisa mata air atau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air eceran.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta bergerak cepat dengan mendistribusikan ribuan liter air bersih secara langsung ke titik-titik krisis.
“Kami sangat berterima kasih kepada Om Zein. Sudah beberapa minggu ini air sumur kering sama sekali. Kedatangan truk air bersih ini benar-benar menyelamatkan kami,” kata salah seorang warga Desa Batu Tumpang sambil tersenyum lega.
Om Zein Kawal Langsung Distribusi Air
Kehadiran Bupati Saepul Bahri Binzein di lokasi distribusi bukan sekadar seremonial. Om Zein terlihat turun langsung memegang selang air dan membantu warga mengisikan air bersih ke dalam wadah yang telah disiapkan.
Sikap hangat dan merakyat dari Bupati Purwakarta ini tak ayal memancing riuh tepuk tangan dan seruan gembira dari warga yang sudah berkumpul sejak pagi hari.
Dalam keterangannya di lokasi, Om Zein menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kesulitan yang dialami warga akibat fenomena alam ini.
Pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan dan menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk bersiap siaga.
“Kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, adalah prioritas utama kami. Hari ini kita kirim pasokan ke Desa Batu Tumpang, Tegalwaru. Kita pastikan bantuan air ini sampai secara merata dan tidak ada warga yang kekeringan,” ujar Om Zein di sela-sisa pembagian air.
Langkah Antisipasi Jangka Panjang Pemkab Purwakarta
Tak hanya memberikan bantuan darurat berupa pengiriman tangki air bersih, Pemkab Purwakarta juga sedang menyiapkan skema penanganan jangka panjang untuk meminimalisasi dampak kemarau di masa mendatang.
Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain:
* Pemetaan Wilayah Rawan: Mendata secara detail desa dan kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air berulang.
* Pembangunan Sumur Bor: Merencanakan pembuatan titik sumur artesis atau sumur bor di kawasan rawan kekeringan tinggi.
* Optimalisasi PDAM & BPBD: Meningkatkan kolaborasi antara BPBD, PDAM, dan dinas terkait untuk memperluas jangkauan armada tangki air setiap harinya.
Langkah cepat dan responsif dari jajaran Pemkab Purwakarta di bawah kepemimpinan Saepul Bahri Binzein ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kebutuhan air warga hingga musim penghujan tiba.
Bagi masyarakat Desa Batu Tumpang, hadirnya tangki air bersih hari ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk kepedulian nyata pemerintah di saat mereka paling membutuhkannya.***
