KESATU.CO – BANDUNG, Perubahan kepemimpinan dalam tubuh sebuah korporasi, tidak terkecuali yang berbalut Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bisa terjadi kapan pun dan hal itu merupakan sebuah kewajaran.
Hal itu yang kini dialami maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Erick Thohir, Menteri BUMN merombak susunan direksi PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).
Berdasarkan putusan RUPSLB itu, Irfan Setiaputra tidak lagi berperan sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), jabatan yang dia emban sejak Januari 2020.
Baca Juga: Gara-gara Timnas Indonesia Keok, Aksi Vandalisme terhadap Kereta Terjadi, Kaca Panoramic Pecah
Posisi Irfan Setiaputra diisi oleh sosok baru. Wamildan Tsani Panjaitan resmi berstatus Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).
Dalam keterangannya, Wamildan Tsani Panjaitan berikrar untuk menunaikan tugas dan amanah barunya secara profesional dan proporsional.
Dia menegaskan, segera melakukan beberapa upaya strategis agar kinerja dan performa korporasi pelat merah sektor transportasi publik itu semakin bergeliat sehingga lebih sehat.
“Misalnya, sebut dia, secara menyeluruh, melakukan review financial serta operasional,” tandasnys.
Lalu, kata dia mempercepat program-program yang menunjang kinerja. Termasuk, imbuh Wamildan Tsani Panjaitan, memperluas jaringan serta lebih menyempurnakan kualitas pelayanan.
Susunan Direksi PT Garuda Indonesia Tbk (Persero)
– Direktur Utama: Wamildan Tsani Panjaitan
– Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Prasetio
– Direktur Niaga: Ade R Susardi
– Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea
– Direktur Teknik: Rahmat Hanafi
– Direktur Human Capital & Corporate Service: Enny Kristiani
Susunan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk (Persero)
– Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
– Komisaris: Chairal Tanjung
– Komisaris Independen: Timur Sukirno
– Komisaris: Glenny Kairupan. (*)
