KESATU.CO, PURWAKARTA– Langit Kawasan Industri JISC (Jatiluhur Industrial Smart City) berubah menjadi lautan warna pada 18–19 Juli 2026. Ratusan pasang mata terpukau menyaksikan deretan layang-layang dengan beragam bentuk unik dan atraksi ciamik menari-nari di udara dalam ajang Bupati Cup Turnamen Ngadu Langlayangan Freestyle 2026.
Event bergengsi ini digelar khusus untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58. Selain menghadirkan persaingan sengit para pelayang freestyle profesional, ada satu momen unik dan spontan yang sukses mengocok perut sekaligus menyedot perhatian seluruh penonton yang hadir.
Momen Unik: Om Zein “Tarik” Dua Emak-Emak Tantang Ngadu Layangan
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein turut hadir langsung untuk membuka sekaligus menyaksikan laga Final Akhir Turnamen Ngadu Langlayangan Freestyle.
Di tengah keriuhan acara, Om Zein tiba-tiba membuat aksi spontan. Tanpa rencana awal, ia berjalan ke arah kerumunan penonton dan memanggil dua orang emak-emak untuk naik ke arena laga.
Tak tanggung-tanggung, Om Zein menantang keduanya bertanding adu layangan (ngadu langlayangan) secara mendadak di hadapan ratusan pasang mata.
“Jangan cuma bapak-bapak dan anak muda saja yang jago! Emak-emak Purwakarta juga harus membuktikan kelincahannya di udara,” seloroh Om Zein yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan riuh penonton.
Suasana semakin memanas ketika Om Zein mengumumkan hadiah tunai sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah) secara langsung dari kantong pribadinya bagi pemenang duel emak-emak tersebut. Keduanya pun tanpa ragu langsung memegang gulungan benang (kenur) dan beradu strategi menerbangkan layang-layang hingga memancing sorak-sorai histeris dari warga sekitar.
Ajang Pelestarian Tradisi dan Wadah Kreativitas Warga
Di luar aksi kocak dan spontanitas tersebut, Bupati Cup Turnamen Ngadu Langlayangan Freestyle menyimpan misi besar bagi kebudayaan dan kemasyarakatan di Purwakarta.
Kawasan Industri JISC dipilih sebagai lokasi acara guna menunjukkan perpaduan harmonis antara modernisasi kawasan industri modern dengan kebudayaan tradisional yang tetap terjaga lestari.
Beberapa poin penting dari penyelenggaraan ajang ini antara lain:
* Melestarikan Permainan Tradisional: Memastikan seni menerbangkan layang-layang (langlayangan) tetap diminati generasi muda di tengah gempuran era digital.
* Mendorong Kreativitas Masyarakat: Menampilkan kategori freestyle yang menuntut imajinasi tinggi dalam merancang bentuk layang-layang serta teknik manuver di udara.
* Mempererat Kebersamaan Warga: Menjadi sarana hiburan rakyat gratis yang mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam momen peringatan Hari Jadi Purwakarta.
Sinergi Budaya dan Perekonomian Lokal
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap event berbasis tradisi seperti ini dapat rutin digelar setiap tahunnya. Kehadiran ribuan pengunjung di Kawasan Industri JISC selama dua hari berturut-turut juga memberi dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil di sekitar lokasi acara.
Melalui kemeriahan Turnamen Ngadu Langlayangan Freestyle ini, Purwakarta kembali membuktikan dirinya sebagai daerah yang tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan industri, tetapi juga teguh merawat kebahagiaan warga serta akar budayanya.
Aksi hangat dan merakyat dari Om Zein bersama emak-emak di arena layangan pun menjadi simbol bahwa perayaan Hari Jadi Purwakarta tahun ini benar-benar milik seluruh lapisan masyarakat.***
