KESATUCO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi meluncurkan Program kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat perkotaan dalam merespon potensi bencana gempa bumi.
Program yang dinamai Indonesia Earthquake Readiness ini, akan berjalan selama dua tahun di Kota Sukabumi.
“Secara umum program ini bertujuan untuk Meningkatkan kesiapsiagaan gempa bumi di komunitas perkotaan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan individu dan masyarakat, memperkuat kapasitas PMI,”ujar Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, dalam acara Kick Off dan Sosialisasi Program
Baca Juga: 35 Anggota DPRD Resmi Dilantik, Ini Harapan Pj Wali Kota
Dalam program tahap dua ini, targetnya memperluas kemitraan publik dan swasta yang akan mempengaruhi implementasi kebijakan peraturan bangunan untuk perumahan yang aman dari gempa bumi
“Program ini adalah sebuah amanat dan kepercayaan dari PMI Pusat dan lembaga mitra donor. Program ini merupakan rangkaian Tahap II berdasarkan hasil pembelajaran dari proyek Program Earthquake Readiness (EQR) Tahap I sebelumnya, untuk kita jalankan sebaik baiknya di PMI kota sukabumi dengan dukungan semua pihak termasuk stakeholder yang hadir saat ini,” ucapnya
Sementara itu, Koordinator Program PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad Januarianto, menambahkan salah satu inovasi utama dari program Tahap II ini adalah pengembangan desain prototipe untuk konstruksi rumah.
Baca Juga: Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Anggota DPRD Jawa Barat Masa Jabatan 2024-2029
Desain ini dimaksudkan untuk membantu pemilik rumah dalam mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Sehingga mengurangi hambatan dan biaya yang terkait dengan proses tersebut. Untuk mendukung kebijakan pemerintah yang baru, proyek ini akan menawarkan layanan teknis dan konsultasi gratis untuk mempermudah proses aplikasi PBG,” ungkapnya
Dinar menyebutkan, Program kesiapsiagaan gempa bumi ini mendapat dukungan dari USAID melalui Palang Merah Amerika (amcross)
Baca Juga: 120 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Diambil Sumpah atau Janji Hari Ini
“Untuk rencana lokasi intervensi programnya, kita nanti akan difokuskan di dua kelurahan yang merupakan hasil asesmen dan kajian risiko sesar Cimandiri. Tepatnya di wilayah Baros dan Kelurahan Cikundul, Lembursitu sebagai lokasi yang akan dijadikan binaan dari program ini,” pungkasnya
