KESATU.CO – Kabupaten Purwakarta menghadapi tantangan serius mengenai pengelolaan sampah, namum sejumlah terobosan strategis mulai dirumuskan oleh calon Gubernur Jawa Barat dan calon Bupati Purwakarta yang memenangkan kontestasi Pilkada Serentak 2024.
Dalam sebuah video yang diunggah akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi Mulyadi dan Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein mengungkapkan sejumlah inovasi yang komprehensif untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Purwakarta.
Diakui Om Zein, saat ini Kabupaten Purwakarta menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah.
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, BRI Bagikan Tips Praktis Top-Up Saldo BRIZZI
Menurut pria yang terpilih menjadi Bupati Purwakarta pada Pilkada 2024 itu, sampah yang terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok berpotensi menjadi “bom waktu”.
“Dalam jangka panjang, sampah ini kalau ditumpuk di TPA Cikolotok akan terus menggunung. Dan memang ini akan menjadi ‘bom waktu’,” ungkap Om Zein, dikutip Minggu (8/12/2024).
Solusi yang diusulkan Om Zein adalah mengubah paradigma penanganan sampah, yakni mengupayakan agar sampah yang masuk pada satu hari dapat terselesaikan pada hari yang sama.
Baca Juga: Info Loker Purwakarta Terbaru, PT Win Textile Buka Lowongan Untuk Yang Bisa Excel
Menanggapi Om Zein, Kang Dedi Mulyadi menawarkan terobosan strategis dengan memanfaatkan perusahaan daur ulang sampah, yang berlokasi di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.
Menurut Kang Dedi, perusahaan yang pernah ia kunjungi saat peletakan batu pertama pembangunan itu, memiliki kemampuan mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk dan bahan-bahan bermanfaat lainnya.
Ia lantas menyarankan Om Zein, setelah dilantik menjadi Bupati Purwakarta, agar dapat bekerjasama dengan perusahaan itu untuk mengelola sampah di Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Bey Machmudin Buka Musyawarah Besar Ikatan Alumni Unpad XI
“Buat MOU (Memorandum of Understanding), hitung mana yang lebih untung, sampah disimpan dibuang di TPA dengan biaya sekian, atau dikerjasamakan dikelola oleh swasta. Kemudian sampah itu bermanfaat bagi masyarakat. Tinggal Bapak bicara dengan perusahaannya,” ujar Kang Dedi Mulyadi kepada Om Zein.
Lebih jauh, sebagai calon Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi mengusulkan konsep inovatif dalam pengelolaan sampah, yaitu mengintegrasikan pengelolaan sampah antarwilayah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
“Kalau saya ke depan memang setiap wilayah, di lima wilayah minimal, saya ingin bikin satu PLTSa. Terintegrasi pembangunan wilayah,” papar Kang Dedi Mulyadi.
Sebagai contoh, ia menjelaskan rencana membangun satu PLTSa yang melayani Kabupaten Purwakarta, Subang dan Karawang.
Dengan begitu, menurut pria yang juga sangat peduli terhadap isu lingkungan ini, persoalan sampah di Jawa Barat akan teratasi, sehingga Jawa Barat akan bersih.
“Nanti selesai (persoalan sampah), Jawa Barat ‘kinclong’”, pungkas Kang Dedi Mulyadi.***
