KESATUCO – Upaya Ketua Paguyuban UMKM Kecamatan Gegerbitung, Rohmat Romansyah, dalam memperjuangkan keterlibatan pelaku usaha lokal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya membuahkan hasil.
Setelah melalui berbagai koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, produk UMKM setempat kini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.
Rohmat mengatakan, langkah tersebut berawal dari keprihatinannya melihat banyak pelaku UMKM di wilayahnya yang belum mendapatkan akses untuk terlibat dalam program MBG, meskipun memiliki produk yang berpotensi dan sesuai dengan kebutuhan program.
Baca Juga: Pemkot Bandung dan Forkopimda Perkuat Sinergi Cegah Kejahatan Jalanan
“Awalnya kami melihat banyak pelaku UMKM yang kesulitan masuk ke program MBG. Padahal banyak produk UMKM yang sebenarnya dibutuhkan dalam program tersebut,” ujar Rohmat Romansyah, dikutip dari akun Instagram DKUKM Kabupaten Sukabumi.
Melihat kondisi tersebut, Rohmat kemudian mengambil inisiatif untuk menjembatani komunikasi antara para pelaku usaha lokal dengan pihak penyelenggara MBG.
Ia melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar UMKM yang memiliki produk potensial dapat dipertemukan langsung dengan pihak terkait.
Baca Juga: Beautifikasi 17 Ruas Jalan Bandung Berjalan, Sejumlah Proyek Overlay Jalan Tembus 100 Persen
“Karena itu saya mulai berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa agar para pelaku usaha lokal yang memiliki produk bisa dipertemukan dengan pihak MBG,” katanya.
Langkah tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama yang memberikan ruang lebih besar bagi UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam program MBG.
Dalam kesepakatan itu, kebutuhan barang untuk program MBG di Kecamatan Gegerbitung diprioritaskan berasal dari produk UMKM setempat yang memenuhi standar dan kebutuhan yang ditetapkan.
Baca Juga: Bulan Belanja Bandung 2026 Dimulai, Pasar Kreatif Jadi Motor Penggerak UMKM
“Alhamdulillah akhirnya tercapai kesepakatan bersama. Jadi, kebutuhan barang untuk program MBG di wilayah kecamatan diutamakan mengambil dari produk UMKM setempat yang memang memenuhi kebutuhan dan standar yang diperlukan. Kalau memang tidak tersedia, baru boleh mengambil dari luar wilayah,” ungkapnya.
Menurut Rohmat, kebijakan tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan usaha.
Selain itu, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari program MBG diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kecamatan Gegerbitung.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara program menyambut positif gagasan tersebut.
Respons cepat yang diberikan menjadi sinyal kuatBaca Juga: Asep Japar: Transportasi yang Baik Kunci Pertumbuhan Ekonomi Sukabumi bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyelenggara program dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Langsung mau,” pungkasnya.
