KESATU.CO – BANDUNG, Meski perekonomian mengalami berbagai dinamika, perbankan nasional masih menunjukkan keperkasaannya.
Satu indikator yang menunjukkan perkasanya perbankan nasional yaitu penyaluran kredit.
Kepada media, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengemukakan, hingga Jubi atau akhir semester perdana 2024, pihaknya mencatat, penyaluran kredit perbankan nasional bernilai super jumbo.
“Nilainya melebihi Rp7.000 triliun, tepatnya pada level Rp7.478,4 triliun. Angka itu lebih banyak 12,36 persen daripada pencapaian hingga semester I 2023,” kata Dian Ediana Rae Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulanan Juli 2024.
Mantan Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Jabar ini melanjutkan, kredit investasi mengalami perkembangan yang paling besar. Yaitu 15,09 persen secara tahunan.
Namun, tutur Dian Ediana Rar, nominal penyaluran pembiayaan terakbar yaitu kredit modal kerja. Angkanya, sebut Dian Ediana Rae, menjadi Rp3.389,53 triliun.
Perbankan berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), antara lain PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero), sambung dia, merupakan kontributor utama.
Gabungan penyaluran kredit perbankan-perbankan Merah Putih itu, kata Dian Ediana Rae, berkembang 14,95 persen secara tahunan.
Baca Juga: Gegara Tidak Patuh, Puluhan Pinjol Gigit Jari Terkena Sanksi OJK
Masifnya penyaluran kredit perbankan nasional, imbuh Dian Ediana Rae, diimbangi oleh kondisi rasio Non-Performing Loan (NPL), gross, yang pada Juni tahun ini, berada pada posisi 2,26 persen.
Indikator kokohnya perbankan nasional, tambah dia, tercermin pada bertambahnya nominal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Dian Ediana Rae menyebutkan, hingga Juni 2024, perbankan nasional mengelola DPK yang angkanya bertambah 8,45 persen secara tahunan atau berada pada level Rp8.722,03 triliun.
“Pertambahan Nilai DPK terbanyak adalah giro, yakni 13,48 persen secara tahunan” kata Dian Ediana Rae.
Permodalan perbankan nasional pun, secara umum, ujarnya, dalam kondisi prima. Pada Juni 2024, ungkap dia, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional pada level 26,18 persen. (*)
