KESATU.CO – BANDUNG, Terbukti bahwa Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) punya peran besar dalam perekonomian.
Selain termasuk sektor yang menopang pergerakan ekonomi, UMKM pun merupakan pasar seksi bagi industri perbankan. Hal itu tercermin pada gacornya penyaluran pembiayaan atau kredit UMKM oleh perbankan
Dalam keterangannya, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengungkapkan, pada September 2024, secara tahunan, penyaluran kredit UMKM bertambah 5,04 persen September 2024.
Meski begitu, Sian Ediana Rae mengakui bahwa rasio Non-Performing Loan (NPL) mengalami perkembangan negatif.
Pada September 2024, ungkap mantan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Jabar itu, level rasio NPL yakni 4 persen.
“Sedangkan posisi NPL pada September 2023 yaitu 3,88 persem,” tuturnya.
Dian Ediana Rae berpendapat, ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor bertambahnya rasio NPL kredit UMKM.
Antara lain, sebut dia, mayoritas pelaku UMKM adalah kalangan menengah-bawah yang cukup rentan terdampak berbagai dinamika ekonomi.
Lalu, sambungnya, adanya kecenderungan bahwa saat ini pemanfaatan teknologi digital berpotensi terjadinya sebuah paradigma, yakni mengarahkan perekonomian pada pola capital intensive.
“Masih banyaknya komoditas atau produk impor ilegal juga berefek negatif bagi UMKM,” kata Dian Ediana Rae.
Akibat pergerakan negatif rasio NPL itu, Dian Ediana Rae menyatakan, perbankan menjadi lebih ekstra prudent berkenaan berkenaan dengan penyaluran pembiayaan UMKM. (*)
