KESATU.CO – BANDUNG, Perkembangan otomotif bersistem elektrik masih menunjukkan geliatnya di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Namun, beredar rumor bahwa pasar Electric Vehicle (EV) di Indonesia sedikit mengalami kelesuan.
Kemungkinan terjadinya kondisi itu membuat beberapa Agen Pemegang Merek (APM) menggarap model berkonsep Hybrid Elektric Vehicle (HEV). Satu di antaranya, APM Hyundai Motor Company, PT Hyundai Motor Indonesia Distribution (HMID).
Melansir beberapa sumber, kabarnya, Hyundai Motor Company serius menggarap proyek HEV. Pada 2028, secara global, produsen otomotif asal Korea Selatan itu mencanangkan kinerja penjualan model Hybrid melejit 40 persen atau menjadi sebanyak 1,33 juta unit.
Jaehoo Chang, Chief Executive Officer (CEO) Hyundai Motor Company, berpendapat, perkembangan transformasi dan konversi otomotif menjadi sistem elektrifikasi terkontraksi.
Kondisi berbeda terjadi pada model Hybrid. Permintaan pasar pada varian Hybrid, kata dia, menunjukkan perkembangan positif.
Demi memperkokoh model Hybrid pada pasar global, kabarnya, Hyundai Motor Company menyiapkan 14 varian HEV di berbagai negara, utamanya kawasan Amerika Utara.
Konon, model HEV yang disiapkan Hyundai Motor Company berbeda dengan beragam model Hybrid produk beberapa pesaingnya, seperti Toyota Motor Corporation dan Ford Motor Company.
Yakni, menerapkan inovasi baru berupa sistem dan teknologi baru, yang memang belum populer, yaitu The Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Varian Hybrid berteknologi EREV dibekali baterai yang lebih besar. Aktivasi baterai itu hanya bisa pada mode elektrik. Sistem pengisian dayanya mengandalkan kinerja engine.
Bagaimana dengan rencana pengsmbangan pasar Hyundai Motor Company di Indonesia?
Selaku APM Hyundai Motor Company, ternyata, PT HMID pun menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan berbagai model produk bersistem Hybrid, tidak terkecuali untuk pasar Indonesia.
Hal itu terisyaratkan oleh kemunculan Hyundai Santa Fe Hybrid belum lama ini.
Sinyal keseriusan PT HMID menggarap model Hybrid sesuai dengan pernyataan Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto.
Baca Juga: Teknologi Digital Jadi Jurus Jitu, Telkom Raup Pendapatan Ratusan Triliun Rupiah, Laba dan Investasinya pun Masif“Kami siap memperbanyak kehadiran model Hybrid di Indonesia,” cetus Fransiscus Soerjopranoto.
Mengenai pasar EV, Fransiscus Soerjopranoto menngatakan, kondisinya masih cukup prospektif meski mengalami kontraksi. Walau demikian, publik di Indonesia masih cukup merespon produk asal Negeri Ginseng itu.
Sebagai perbandingan, tuturnya, ketika pihaknya baru merilis Hyundai IONIQ 5, volume penjualannya sekitar 500 unit. Hadirnya Hyundai Kona, lanjut dia, membuat market sedikit mengalami perubahan.
Itu karena, secara gabungan, kata dia, penjualan Hyundai IONIQ 5 dan Hyundai Kona berada pada level 500 unit.
“Perubahan market dan kompetisi termasuk dinamika,” tuturnya. (*)
