KESATU.CO – BANDUNG, Dua momen akhir tahun, yakni Natal-Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 usai. Bagi korporasi-korporasi public service, khususnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), periode tersebut sangatlah krusial.
Pasalnya, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu wajib melayani sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi publik secara prima.
Beragam cara dilakukan korporasi yang dulunya bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini agar pelayanan tetap prima dan kebutuhan transportasi terpenuhi.
Di antaranya, penyediaan tiket yang berlimpah. Terbukti, pada hari terakhir Masa Angkutan Nataru 2024-2025 yang berlangsung 119 Desember 2024-5 Januari 2025, volume penumpang di wilayah kerja PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung masih berjubel pada beberapa stasiun.
“Ada tiga stasiun di wilayah kerja kami yang masih dipenuhi penumpang pada hari terakhir Masa Angkutan Nataru tahun ini atau 5 Januari 2025,” tandas Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Dicky Eka Priandana.
Ketiga stasiun tersebut, ujar Dicky Eka Priandana, adalah Bandung, Kiaracondong, dan Tasikmalaya.
Para penumpang yang memenuhi ketiga stasiun itu, tidak hanya berangkat, tetapi juga datang.
Dicky Eka Priandana menyampaikan, selama periode 1-5 Januari 2025, secara kumulatif, pihaknya melayani sebanyak 102.149 orang penumpang pada ketiga stasiun itu
Terdiri atas, jelasnya, sebanyak 48 420 orang penumpang yang berangkat dari stasiun-stasiun tersebut. Volume penumpang yang tiba pada tiga stasiun itu sebanyak 53.729 orang.
Baca Juga: Cara KAI Sempurnakan Pelayanannya: Tambah Fasilitas Baru di Beberapa Stasiun
Stasiun Bandung, kata dia, menjadi titik keberangkatan dan kedatangan para penumpang terbanyak. Yaitu sebanyak 56.281 orang.
“Yang berangkat dari Stasiun Bandung yakni 27.269 orang. Yang tiba di Stasiun Bandung berjumlah 29.012 orang,” paparnya.
Penumpang yang menjadikan Stasiun Kiaracondong sebagai titik keberangkatan dan kedatangan mencapai 32 786 orang. Terbagi oleh sebanyak 14.706 orang penumpang yang berangkat, dan 18.080 orang penumpang yang tiba.
Sedangkan volume penumpang yang berangkat dan tiba pada Stasiun Tasikmalaya, lanjut dia, masing-masing sebanyak 6.456 orang serta 6.637 orang
Berdasarkan data itu, Dicky Eka Priandana menjelaskan, mayoritas penumpang pada tiga stasiun tersebut yakni adalah kedatangan.
Bagaimana volume penumpang kereta secara nasional?
Anne Purba, Vice President (VP) Public Relations PT KAI (Persero), menginformasikan, selama Nataru 2024-2025, secara grup, pada, periode 19 Desember 2024-4 Januari 2025, di tiga wilayah, yaitu Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, ucap Anne Purba, pihaknya melayani 22.924.407 orang penumpang.
Khusus kereta jarak jauh dan lokal di wilayah Jawa-Sumatera, sahut Anne Purba, selama 19 Desember 2024- 5 Januari 2025 pukul 06.00 WIB, pihaknya melayani 3 672.144 orang penumpang. Jumlah itu berdasarkan total penjualan tiket.
Mantan VP Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) itu mengungkapkan, kereta jarak jauh menjadi moda transportasi terlaris. Penjualannya sebanyak 2.975.025 lembar atau 107 persen ketersediaan tiket yang banyaknya 2.770.864 lembar.
Anne Purba menambahkan, khusus kereta lokal, selama 19 Desember 2024-5 Januari 2025 pukul 06.00 WIB, pihaknya menjual sebanyak 697.119 lembar tiket, yang total ketersediaannya 801.724 lembar.
Secara grup, bebernya, periode 19 Desember 2024-4 Januari 2025, di tiga wilayah, yaitu Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, ucap Anne Purba, pihaknya melayani 22.924.407 orang penumpang.
A
Dia memperkirakan, volume penumpang masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket masih bergulir. (win)