KESATU.CO – Klaster tanaman hias binaan BRI di Pasar Wisata Tani Sekar Mulyo, Kota Batu berhasil menjadi sumber penghasilan utama bagi 99 keluarga warga setempat. Program Klasterkuhidupku BRI yang dimulai sejak 2021 ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat dengan omzet penjualan mencapai ratusan juta rupiah.
Tono (54), salah satu penjual tanaman hias di kios Pasar Wisata Tani Sekar Mulyo mengaku hidupnya tak pernah lepas dari deretan tanaman hias yang dirawat setiap hari.
“Usaha ini menjadi sumber penghasilan utama keluarga di sini. Mereka penghasilan utamanya ya dari kios bunga,” tegas Tono di petaknya, Kios Anugrah.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung: LKBHMI, Ruang Nyata Pengabdian Bagi Masyarakat
Bersama 98 keluarga lainnya, Tono menempati 114 petak kios dengan sistem menyewa ke Pemerintah Desa. Lokasi yang ditempati merupakan tanah milik desa yang digunakan untuk sentra tanaman hias sejak awal dibangun.
Pasar Wisata Tani Sekar Mulyo menyediakan ribuan jenis tanaman hias yang diklaim paling lengkap di Indonesia. Pembeli bisa mendapatkan tanaman hias berkualitas dengan harga bervariasi mulai dari Rp3.000 hingga ratusan juta rupiah.
Baca Juga: BRI Perkuat Pendanaan Jangka Panjang, Dana Murah Capai Rp935 Triliun
“Jenis bunga hias dari harga Rp3.000,- sampai ratusan juta tersedia. Ini tidak hanya hasil tanaman hias, hasil kreativitas warga juga dijual di kios-kios warga yang lain,” ungkap Tono.
Selain tanaman hias, klaster tanaman hias binaan BRI ini juga menjual aneka produk turunan seperti pot, pakis, cocopeat, dan batu hias. Produk tersebut dibuat oleh warga sekitar yang kreatif melihat peluang pasar.
Baca Juga: Hadapi IGA 2025, Bappeda : Harus Lebih Baik Lagi
Beberapa jenis tanaman diproduksi masyarakat sekitar yang tidak memiliki kios. Mereka menanam atau menyemai benih sebelum dijual atau dititipkan ke penjual tanaman hias, sehingga keberadaan pasar tanaman hias Sekar Mulyo memberikan dampak perekonomian luas untuk masyarakat sekitar.
Penjual Pasar Wisata Tani Sekar Mulyo telah melayani pembeli dari berbagai kota di Indonesia bahkan luar negeri. Mereka semakin dipermudah dengan fasilitas pengiriman dan pemasaran di media sosial.
Baca Juga: Resmi Jadi Anggota BRICS, Seskab Teddy Ungkap Indonesia Dibutuhkan Dunia Global
Para pengunjung juga dimanjakan dengan kemudahan transaksi melalui fasilitas Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS). Pembeli tidak kesulitan untuk urusan pembayaran, terutama yang membawa uang tunai terbatas.
Pasar Wisata Tani Sekar Mulyo Kota Batu menjadi binaan BRI lewat program Klasterkuhidupku BRI pada 2021. Aneka fasilitas kemudahan dirasakan para anggota klaster tanaman hias Sekar Mulyo, baik untuk urusan simpanan dan pinjaman maupun transaksi dengan pelanggan.
“Kalau Selasa itu biasanya ngumpul, teman BRI (mantri) pasti ke sini mengambil setoran, dari anggota setor tabungan atau bayar cicilan,” ungkap Tono.
Sekar Mulyo menggelar pertemuan kelompok sebulan sekali. Pertemuan dimanfaatkan untuk diskusi aneka tema dengan Mantri BRI, kerja bakti dan pembenahan lingkungan.
Baca Juga: Komisi XI DPR RI Dukung Penuh Transformasi BRI Melalui BRIVolution Reignite
Lewat pendampingan dan pemberdayaan dari BRI, Tono dan penjual lainnya mengaku usaha tanaman hias Sekar Mulyo dapat terus berjalan, terutama saat menghadapi pandemi Covid-19.
Melalui pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) mereka sangat terbantu sehingga roda perekonomian keluarga dapat berjalan hingga sekarang.
Baca Juga: BRI Raih Peringkat Terbaik di Indonesia dalam Daftar Top 1000 World Banks 2025
Tono berharap pendampingan BRI terus berlanjut dan semakin maksimal, terutama urusan peningkatan omzet penjualan. Ia optimis kondisi ekonomi akan terus membaik karena saat ini setiap usaha terpengaruh kondisi ekonomi secara luas.
“Ketika kondisi aman, wisatawan banyak berdatangan dan sendirinya pembeli tanaman hias akan meningkat,” kata Tono.
Baca Juga: Dispora Kota Bandung Gelar LDK III, Cetak Pemuda Tangguh dan Berintegritas
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan, BRI tidak hanya memberikan akses pembiayaan mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha, tetapi juga menyertakan pemberdayaan seperti pelatihan manajemen usaha, literasi keuangan, digitalisasi bisnis, dan pendampingan berkelanjutan melalui program Klasterkuhidupku.
“Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan, sehingga para pelaku usaha dapat naik kelas dan memperluas jangkauan pasar mereka. Program pemberdayaan terintegrasi ini diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan serta membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” pungkas Akhmad.***
