KESATU.CO – BANDUNG, Ketersediaan infrastruktur jalan merupakan elemen penting karena punya peran krusial, yakni menopang beragam aktivitas masyarakat, termasuk menjadi trigger perekonomian.
Karena itu, hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR), aktif membangun dan merevitalisasi beragam infrastruktur jalan dan jembatan dan sejumlah daerah, termasuk Jabar.
Di Tatar Pasundan, terungkap, Kementerian PUPR menangani 22 proyek ruas jalan. “Tujuannya, selain menopang aktivitas-aktivitas masyarakat dan menggerakkan ekonomi, juga memperkuat konektivitas,” tandas Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, dalam keterangannya.
Pejabat negara yang piawai bermusik ini mengungkapkan, penanganan 22 ruas jalan itu berdasarkan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) di Jabar.
Pelaksanaan penanganan 22 ruas jalan di Jabar itu berlangsung pada 2023. Basuki Hadimuljono mengakui bahwa penanganan 22 ruas jalan itu berbiaya tidak murah.
Baca Juga: Trio Daop Kompak, Teken Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Jabar, Apa Bentuknya?
Pasalnya ungkap Basuki Hadimuljono, proyek yang total jarak tempuhnya 121 kilo meter dan berlokasi di 15 kota-kabupaten se-Jabar itu menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bernilai Rp521 miliar.
Tidak hanya 22 ruas jalan, di Jabar pun, ucap Basuki Hadimuljono, pada 2021-2023, pihaknya menuntaskan 16 proyek Jembatan Callender Hamilton berjarak total 1.030 meter dan panjang penanganan sejauh 3.479 meter.
Penuntasan dan penanganan 16 Jembatan Callender di sembilan kota-kabupaten Jabar itu, sahutnya, berbiaya konstruksi Rp793,3 miliar.
Tidak itu saja, tambah Basuki Hadimuljono, pemerintah pun menuntaskan pembangunan dan mengaktifkan Jembatan Ciloseh di Kota Tasikmalaya.
Seperti halnya penanganan 22 ruas jalan dan 16 Jembatan Callender, ucap Basuki Hadimuljono, APBN menjadi sumber dana pembangunan Jembatan Ciloseh yang panjangnya 252,1 meter dan lebar 22 meter. “Biaya pembangunannya Rp112,7 miliar,” kata Basuki Hadimuljono.
