KESATU.CO – Kebun Binatang Bandung memastikan kebutuhan pakan dan kesehatan ratusan satwa tetap terpenuhi meski tengah berada dalam masa transisi pengelolaan. Pasca kematian dua ekor harimau beberapa waktu lalu, pengawasan terhadap kesehatan satwa dan kualitas lingkungan kandang kini diperketat.
Koordinator Pengelola Transisi Kebun Binatang Bandung, Rohman Suryaman, mengatakan pengelola saat ini fokus memperkuat sistem biosecurity guna menjaga kondisi seluruh satwa tetap sehat.
“Kalau untuk pakan sebetulnya dari awal juga tetap memberikan yang terbaik. Cuma sekarang lebih ke treatment kesehatan, salah satunya biosecurity,” ujar Rohman, Kamis (28/5/2026).
Saat ini, Kebun Binatang Bandung menanggung kebutuhan 694 ekor satwa dengan biaya pakan mencapai sekitar Rp15 juta per hari. Kebutuhan tersebut mencakup buah-buahan, sayuran, rumput, hingga pakan konsentrat untuk berbagai jenis satwa.
Rohman menjelaskan, pasokan bahan makanan didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Pisang dipasok dari Cianjur Selatan, rumput dari Purwakarta, ubi dari Tanjungsari, sementara sayuran seperti kangkung diperoleh melalui vendor pasar.
Sebelum diberikan kepada satwa, seluruh bahan pakan terlebih dahulu melalui proses pencucian dan penyemprotan disinfektan untuk memastikan kebersihan dan keamanan konsumsi. Pengecualian hanya dilakukan pada pakan daging.
“Semua pakan dicuci dan didisinfeksi terlebih dahulu untuk menjaga kualitas dan kesehatan satwa,” katanya.
Tidak hanya pakan, pengelola juga memperketat pengawasan terhadap kebersihan kandang dan area kebun binatang. Petugas yang masuk kandang wajib menjalani proses disinfeksi, sementara penyemprotan kandang dan pengurasan kolam dilakukan secara rutin.
Bandung Zoo juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Hewan Cikole dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung untuk melakukan pengendalian hama, termasuk sterilisasi kucing liar dan pengendalian tikus di area kebun binatang.
Baca Juga: Disperindag Jabar Gelar Pasar Murah Jelang Iduladha, Kebutuhan Pokok Dijual dengan Harga Terjangkau
Selain memastikan kecukupan nutrisi, pengelola turut menjalankan program enrichment untuk menjaga perilaku alami dan aktivitas satwa selama berada di area konservasi yang terbatas. Program tersebut dilakukan dengan memberikan stimulasi tertentu agar satwa tetap aktif dan tidak mengalami stres.
Rohman memastikan hingga saat ini seluruh satwa di Bandung Zoo berada dalam kondisi sehat dan kebutuhan nutrisi mereka tetap terpenuhi.
“Alhamdulillah sampai saat ini kebutuhan nutrisi masih tercukupi karena di-cover Pemkot sesuai kebutuhan masing-masing satwa,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan pengelolaan, upaya menjaga kualitas pakan dan kesehatan satwa menjadi perhatian utama agar fungsi konservasi dan edukasi di Kebun Binatang Bandung tetap berjalan dengan baik.
