KESATUCO – Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu terobosan yang kini menarik perhatian publik adalah hadirnya Kampung Melon Sukajaya, destinasi agrowisata edukatif berbasis pertanian yang memadukan wisata, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kampung Melon Sukajaya dikelola oleh Muhamad Halid, alumnus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), yang berperan sebagai owner sekaligus pengelola. Berkat pengelolaan yang inovatif, kawasan ini berhasil mengembangkan 11 varian melon unggulan dengan bibit yang didatangkan dari berbagai negara seperti China, Taiwan, hingga Korea.
Baca Juga: Reses DPRD Sukabumi, Agus PKB Soroti Hilangnya Anggaran P2RW 2026
“Kami memiliki 11 varian melon yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung,” ujar Halid.
Berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya, Kampung Melon Sukajaya tidak memungut tiket masuk. Pengunjung cukup membayar melon yang dipetik langsung dari kebun dengan harga Rp30 ribu per kilogram.
“Pengunjung cukup datang saja. Tidak ada biaya masuk, tinggal memetik dan membeli melon langsung dari kebun,” jelasnya.
Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWI Kota Sukabumi Ziarah dan Tabur Bunga
Tak sekadar wisata petik buah, Kampung Melon Sukajaya juga mengusung konsep eduwisata pertanian. Pengunjung dapat belajar mengenal berbagai jenis melon, memahami proses budidaya, hingga mengetahui karakter dan habitat tanaman melon secara langsung di lapangan.
“Konsep kami memang edukasi. Kampung Melon ini cocok untuk wisata keluarga, pelajar, maupun komunitas yang ingin belajar langsung dari alam,” ungkap Halid.
Kampung Melon Sukajaya merupakan hasil kolaborasi antara pengelola dengan Pemerintah Desa Sukajaya yang mulai dirintis sejak masa pandemi Covid-19. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi pertanian desa sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Realisasi BPHTB Lampaui Target, Ayep Zaki Dorong PAD Sukabumi Naik Rp650 Miliar
Saat ini, kawasan Kampung Melon telah berkembang di atas lahan seluas sekitar 6 hektare, menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
“Awalnya ini bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat saat pandemi. Alhamdulillah, sekarang berkembang menjadi kawasan melon seluas enam hektare,” tambahnya.
Ke depan, Halid berharap Kampung Melon Sukajaya terus tumbuh sebagai destinasi wisata yang nyaman, edukatif, dan bermanfaat, sekaligus menjadi kebanggaan daerah.
“Dengan konsep wisata, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Kampung Melon Sukajaya diharapkan bisa menjadi ikon agrowisata unggulan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
