KESATUCO – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi tengah mematangkan inovasi yang dilahirkan setiap perangkat daerah.
Hal itu dilakukan guna mengikuti Innovative Government Award (IGA) tahun 2025 yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“BSKDN (Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri) Kemendagri, mulai mengajak seluruh provinsi, kota dan kabupaten seluruh Indonesia untuk segera melaporkan inovasinya untuk Innovative Government Award (IGA) tahun 2025,” ujar Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Sukabumi, Ismail Aini.
Baca Juga: 479 PPPK Dilantik, Bupati Purwakarta Minta Agar Totalitas Memberikan Pelayanan Publik
Menurutnya, hal yang harus dilaporkan ialah inovasi selama dua tahun terakhir yang masih berjalan.
“Berdasarkan radiogram yang kami terima, IGA 2025 sudah dimulai,” ucapnya.
Bagi Kota Sukabumi sendiri, IGA 2025 harus lebih baik hasilnya. Apalagi di 2024, Kota Sukabumi dinobatkan sebagai kota sangat inovatif.
Baca Juga: Gubernur Jabar KDM Hadiri Rakor Antikorupsi Tekad Wujudkan Pemerintahan Bersih Sambut Indonesia Emas
“Meskipun Kota Sukabumi dinobatkan sebagai kota sangat inovatif pada tahun 2024, dengan diterimanya penghargaan pada ajang IGA 2024. Namun, tetap harus lebih baik lagi di tahun ini,” ungkapnya.
Dalam mewujudkan hal tersebut, Bappeda Kota Sukabumi telah melaksanakan bimtek penginputan IGA 2025 kepada perangkat daerah. Hal itu termasuk sekolah, puskesmas, serta kecamatan, dan kelurahan.
“Smua itu dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi indikator-indikator yang diperlukan untuk kematangan sebuah inovasi,” bebernya.
Baca Juga: Sasar 2 Kecamatan, Satpol PP Tertibkan 5 PKL dan Bangunan Liar
Apalagi, batas penginputan inovasi paling lambat 20 Juli mendatang. Setelah itu akan dilakukan evaluasi apa saja yang harus diperbaiki.
“Kita akan mereview setiap inovasi yang ada, untuk melihat apakah inovasi itu sudah matang atau layak dikirim ke Kemendagri nantinya,”pungkasnya.
