KESATU.CO, PURWAKARTA – Ada pemandangan menarik dan tak biasa di Kabupaten Purwakarta setiap hari Rabu. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang merakyat dan penuh keteladanan melalui tradisi unik bernama “Rebo Ngumum”.
Sesuai dengan namanya, “Rebo Ngumum” adalah gerakan di mana orang nomor satu di Purwakarta tersebut memilih untuk berangkat kerja menggunakan moda transportasi umum. Aksi ramah lingkungan dan merakyat ini bukanlah sekadar pencitraan sesaat, melainkan sudah menjadi agenda rutin mingguan Bupati Purwakarta.
ASN Purwakarta Wajib Wujudkan Budaya Transportasi Publik
Menariknya, kebiasaan positif ini tidak hanya dilakoni oleh Om Zein seorang. Gerakan ini telah menjadi komitmen bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta.
Mulai dari para pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pegawai non-ASN diwajibkan untuk menanggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu saat pergi mengantor.
Langkah ini diapresiasi banyak pihak sebagai upaya nyata Pemkab Purwakarta dalam menyokong perekonomian para sopir angkutan umum lokal, mengurangi polusi udara, serta mengurai potensi kemacetan di wilayah perkotaan.
“Melalui ‘Rebo Ngumum’, kita tidak hanya belajar berhemat dan menyayangi lingkungan, tetapi juga merasakan langsung denyut nadi kehidupan masyarakat Purwakarta di atas kendaraan umum,” ujar perwakilan ASN di lingkungan Pemda Purwakarta.
Sambut 17 Pasangan “Nikah Hemat” di Kantor Pemda
Setibanya di Kantor Pemda Purwakarta usai menumpang angkutan umum, suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan telah menanti Om Zein.
Hari ini, agenda bupati tak kalah istimewa. Om Zein dijadwalkan secara khusus untuk menerima 17 pasangan pengantin peserta program Nikah Hema.
Ke-17 pasangan bahagia tersebut merupakan perwakilan istimewa yang berasal dari 17 kecamatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Purwakarta.
Program Nikah Hemat ini digelar sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam mempermudah masyarakat melangsungkan pernikahan yang sah secara hukum dan agama tanpa terbeban biaya yang besar.
Suasana haru dan bahagia tampak jelas terpancar dari raut wajah para pengantin saat disambut langsung oleh sang Bupati di pelataran Kantor Pemda.
Permohonan Maaf Om Zein dan Peran Penting Para Camat
Di tengah kemeriahan acara tersebut, Om Zein menyampaikan rasa kebahagiaan sekaligus permohonan maafnya kepada seluruh warga Purwakarta yang tengah melangsungkan pernikahan pada hari yang sama.
Pasalnya, pada hari yang bersamaan, pelaksanaan program Nikah Hemat ini dihelat secara serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Purwakarta.
Karena keterbatasan waktu dan tempat, Om Zein mengungkapkan penyesalannya sebab tidak bisa hadir langsung menjadi saksi nikah bagi seluruh pasangan di daerahnya.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pasangan pengantin dan keluarga. Karena acara Nikah Hemat ini berlangsung serentak di 17 kecamatan hari ini, tentu saya tidak bisa hadir dan menjadi saksi nikah untuk semuanya satu per satu,” ungkap Om Zein hangat.
Sebagai gantinya, Bupati Purwakarta tersebut telah menginstruksikan dan mewakilkan tugas mulia sebagai saksi nikah kepada para Camat di wilayahnya masing-masing.
“Tugas menjadi saksi nikah di tiap-tiap kecamatan telah saya wakilkan kepada para Camat setempat. Kendati demikian, doa dan restu saya selalu menyertai seluruh pasangan agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” tambahnya.
Inspirasi Kepemimpinan Merakyat di Purwakarta
Perpaduan antara tradisi “Rebo Ngumum” dan dukungan terhadap program Nikah Hemat ini menjadi bukti nyata komitmen Om Zein dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang dekat dengan rakyat.
Gaya kepemimpinan Saepul Bahri Binzein yang santai, solutif, namun tetap tegas dinilai memberi warna baru bagi pembangunan karakter sosial dan lingkungan di Kabupaten Purwakarta.
Warga berharap gerakan-gerakan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat Purwakarta.***
