KESATU.CO, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya untuk menekan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Pada Minggu, telah dilaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara. Pelaksanaan operasi difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan.
Adapun rincian pelaksanaan sorti meliputi:
* Sorti pertama dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 10.000–11.000 kaki.
* Sorti kedua dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 8.000–10.000 kaki.
* Sorti ketiga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian CaO sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 7.000–8.000 kaki.
* Sorti keempat kembali dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram.
Dengan tambahan empat sorti tersebut, total pelaksanaan penerbangan OMC sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026telah mencapai sembilan sorti.
Sementara itu, total bahan semai yang telah digunakan hingga hari ini tercatat NaCl sebanyak 4.000 kilogram dan CaO sebanyak 3.200 kilogram, dengan total jam terbang mencapai 13 jam 10 menit.
Baca Juga: Ayep Zaki Dorong Organda Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Transportasi Kota Sukabumi
Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga pukul 17.00 WIB, curah hujan tertinggi yang terukur di wilayah DKI Jakarta sebesar 13,2 milimeter atau masuk dalam kategori hujan ringan, yang terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca memberikan dampak positif terhadap pengendalian curah hujan di Jakarta.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen. Upaya ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi risiko banjir dan genangan,” ujar Isnawa.
Lebih lanjut, Isnawa menegaskan bahwa BPBD Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya, guna memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini.
Sebagai tindak lanjut, pada Senin, 2 Februari 2026, BPBD Provinsi DKI Jakarta merencanakan kembali pelaksanaan empat sorti penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca yang akan dimulai pada pukul 07.00 WIB, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan hasil evaluasi lapangan.
Baca Juga: Update Hari ke 8 Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian 20 Jiwa Belum Ditemukan
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko genangan dan banjir. Informasi kebencanaan dan layanan kedaruratan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, dan media sosial resmi @bpbddkijakarta. Wilayah yang terdapat genangan/banjir dapat diakses secara real-time melalui aplikasi JAKI, serta melalui website pantau banjir di https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt. ***
