KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo resmi menjalin kerja sama antardaerah yang berfokus pada empat sektor strategis.
Hal itu seperti peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), optimalisasi pajak dan retribusi, pengembangan ekonomi berbasis wakaf, serta kolaborasi di bidang pertanian.
Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Ruang Pertemuan Pemkab Gorontalo.
Baca Juga: Pemkot Bandung Fokus Wujudkan APBD 2026 Efisien dan Transparan
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Ia menegaskan, setiap poin kesepakatan akan segera diturunkan ke dalam program teknis lintas perangkat daerah.
“Kami ingin kerja sama ini tumbuh dan berkelanjutan. Tidak hanya di atas kertas, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat di kedua daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Komitmen Lindungi Anak, Pemkot Bandung Kukuhkan KPAD Periode 2025–2030
Ia menambahkan, bidang ekonomi menjadi prioritas utama. Melalui penguatan BLUD dan BUMD, kedua daerah diharapkan mampu meningkatkan PAD secara berkelanjutan, sementara sektor pajak dan retribusi akan dioptimalkan lewat sistem administrasi yang lebih modern.
Dalam bidang ekonomi syariah, Ayep menyoroti pentingnya pengembangan instrumen berbasis wakaf sebagai sumber pembiayaan produktif.
Selain itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian, terutama dalam hal rantai pasok pangan antarwilayah.
Baca Juga: Perum Jasa Tirta II Tegaskan Peran Strategis Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air
“Kalau Kabupaten Gorontalo bisa memproduksi kedelai 100 persen, Kota Sukabumi siap membeli. Ini bentuk konkret dari kolaborasi ekonomi antardaerah,” ucapnya
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyambut baik kerja sama tersebut.
Menurutnya, inisiatif ini menjadi sarana saling belajar antar daerah dalam membangun pemerintahan yang efisien dan ekonomi yang tangguh.
“Kami berharap kerja sama ini bisa memperkuat hubungan kedua daerah, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
