KESATUCO – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, meminta pengawasan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat, terutama selama bulan Ramadhan.
Ia menyoroti adanya peralihan dari makanan basah ke makanan kering yang dinilai rawan penyimpangan jika tidak diawasi secara optimal.
Menurut Danny, mutu dan kualitas MBG harus tetap terjaga meski ada perubahan mekanisme distribusi.
Baca Juga: Di Tengah Efisiensi, PAD Sukabumi Melonjak 32 Persen
Ia mengingatkan agar tidak terjadi pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima anak-anak penerima manfaat.
“Jangan sampai di saat pengawasan rendah terhadap mutu dan kualitas MBG, SPPG mengambil jatah anak-anak penerima dengan mengurangi jumlah nilai MBG dan kualitasnya,” tegasnya dikutip dari akun Facebook Danny Ramdhani.
Ia menilai Satgas serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peran penting dalam mencegah potensi korupsi atau penyimpangan yang bisa dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: BPK Dorong Pemkot Sukabumi Tuntaskan Temuan 22 Persen
Menurutnya, program dengan anggaran besar harus dikawal secara ketat agar tepat sasaran.
“Sayang uang triliunan apabila tidak dilakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan MBG di Kota Sukabumi. Ini tugas bersama untuk mengawasi program yang punya niatan baik dari Pak Prabowo,” ujarnya.
Danny menegaskan, DPRD Kota Sukabumi siap mengapresiasi sekaligus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat apabila ditemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG.
Baca Juga: 35 UMKM Meriahkan Bazar Kuliner Ramadhan Sukabumi 2026
“Kami DPRD Kota Sukabumi menerima pengaduan masyarakat bilamana ada penyimpangan yang dilakukan SPPG,” pungkasnya.
