KESATU.CO – Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia. Kondisi ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), yakni pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia: Lempeng Indo-Australia,
Eurasia, dan Pasifik.
Berdasarkan data MAGMA Indonesia, dari sekitar 500 gunung api yangbtersebar di Nusantara, 127 di antaranya berstatus gunung api aktif dengan karakteristik dan tingkat aktivitas yang beragam.
Sejumlah gunung api tercatat sebagai yang paling aktif karena frekuensi erupsi yang tinggi. BSalah satu gunung api dengan aktivitas tertinggi adalah Gunung Semeru di Jawa Timur. Sepanjang tahun ini, Semeru tercatat mengalami lebih dari 2.800 kali erupsi, menjadikannya gunung api paling aktif di Indonesia.
Baca Juga: Mitigasi Bencana dan Waspada Hoaks Mendesak Diperkuat Usai Banjir Bandang Sumatra
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level II (Waspada) dengan pola erupsi abu bertipe vulkanian dan strombolian yang dapat terjadi 3–4 kali setiap jam. Selain Semeru, beberapa gunung api lain juga menunjukkan aktivitas signifikan: Gunung Merapi, yang berada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal sebagai gunung api paling aktif secara historis.
Baca Juga: 266 Orang Cabut Baiat dari NII dan Bergabung ke NKRI
Dengan ketinggian 2.930 mdpl, Merapi memiliki siklus erupsi pendek setiap 2–5 tahun dan telah tercatat aktif sejak letusan pertamanya pada tahun
1006.
Gunung Kelud di Jawa Timur juga termasuk gunung api aktif denganbcatatan 34 kali erupsi sejak tahun 1000 hingga 2014. Gunung ini berada di
wilayah Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, serta memiliki ketinggian 1.731 mdpl.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumatra: Peran Peringatan Dini dan Tantangan Mitigasi Bencana
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Gunung ini terbentuk pasca erupsi besar Krakatau tahun 1883 dan mulai aktif sejak 1927. Hingga 2011, Anak Krakatau telah mengalami lebih dari 100 kali erupsi, baik bersifat eksplosif maupun efusif.
Di Pulau Sumatra, Gunung Sinabung menjadi perhatian khusus. Gunungbsetinggi 2.460 mdpl ini sempat tidak aktif selama ratusan tahun sebelum
kembali meletus pada 27 Agustus 2010. Sejak saat itu, Sinabungnmengalami serangkaian erupsi besar pada 2013, 2014, 2016, 2018, hingga 2021, dan hingga kini masih menunjukkan aktivitas vulkanik. ***
