KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan bergulirnya program kelestarian alam dan lingkungan, pemerintah menargetkan agenda Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Agar program NZE lebih terakselerasi, pemanfaatan Newable & Renewable Energy alias Energi Baru-Terbarukan (EBT) lebih masif.
Sebagai anak usaha korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Len Industri (Persero), PT Surya Energi Indotama (SEI) semakin aktif memproduksi Solar Cell alias Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sebagai satu bentuk pemanfaatan EBT.
Fajar Miftahul Falah, Direktur Teknik dan Operasi PT SEI, pada sela-sela Workshop Dukung Ketahanan Pangan dan Jaga Lingkungan di area Kebun Pangan Jupiter Rahayu, Komplek Margahayu Raya Bandung, menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung tercapainya NZE 2060 secara lebih terakselerasi.
Caranya, ujar Fajar Miftahul Falah, pihaknya siap lebih mengaktifkan produksi Solar Cell secara lebih masif.
“Beberapa waktu lalu, terbit regulaai tentang kuota pemanfaatan Solar Cell, yakni mencapai 900 Mega Watt Peak (MEP). Ini yang menjadi dasar kami agar terus menambah produksi Solar Cell,” kata Fajar Miftahul Falah.
Pria yang piawai panahan ini melanjutkan, pihaknya berencana untuk mengambil porsi pemanfaatan Solar Cell 900 MWP tersebut sebanyak 100 MWP.
Baca Juga: Atlet Panjat Tebing Internasional Datang ke Bandung Ikut EISCC 2024
Penambahan kapasitas produksi Solar Cell itu pun, lanjut Fajar Miftahul Falah, sebagai upaya jajarannya untuk merealisasikan target nilai kontrak pada tahun ini, yakni bernilai Rp1 triliun.
Lalu, bagaimana perkembangannya?
Fajar Miftahul Falah menyatakan, pihaknya optimistis bisa merealisasikan target nilai kontrak tersebut. Dasarnya, tuturnya, memasuki semester II 2024, realisasi nilai kontrak melebihi Rp500 miliar.
“Adanya regulasi tentang kuota pemanfaatan solar cell sebesar 900 MWP membuat perkembangan pemanfaatan PLTS sangat signifikan, yaitu 200 persen,” sahutnya.
Pemanfaatannya, kata dia, pada berbagai sektor. Tidak hanya komplek perumahan dan perkantoran, tetapi juga yang lainnya. Misalnya, transportasi publik, nelayan, dan lainnya.
“Bahasa sederhananya, pemanfaatan solar cell bisa untuk berbagai kalangan yang membutuhkan,” sahutnya.
Selain itu, penggunaan solar cell sebagai sumber energi pun, imbuh Fajar Miftahul Falah, juga termasuk upaya mengakselerasi NZE 2060 melalui optimalisasi tenaga surya sebagai bagian EBT secara berkelanjutan. (*)
