KESATU.CO – BANDUNG, Bukti bahwa kereta semakin menjelma sebagai moda transportasi terfavorit bagi masyarakat, tidak hanya penumpang, tetapi juga barang, kian nyata,
Faktanya, selama 10 bulan perdana tahun ini atau Januari-Oktober 2024, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melayani dan memenuhi kebutuhan pengangkutan barang bervolume masif.
“Volume pengangkutan barang yang kami layani selama Januari-Oktober 2024, sebanyak 57.144.338 ton,” tandas Anne Purba, Vice President Public Relation PT KAI (Persero), dalam keterangannya.
Mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) itu melanjutkan, realisasi volume pengangkutan barang pada Januari-Oktober 2024 itu lebih banyak 9,14 persen daripada periode sama tahun sebelumnya, 52.354.669 ton barang.
Komoditas terbanyak dalam hal pengangkutan barang, kaya Anne Purba, yakni batu bara. Secara total, sebut Anne Purba, pada Januari-Oktober 2024, pihaknya melayani pengangkutan batu bara sebanyak 45.764.456 ton.
Artinya, lanjut dia, komoditas batu bara berkontribusi 80,12 persen bagi total volume pengangkutan barang.
Sisanya, tugas Anne Purba, berupa beragam komoditas. Di antaranya, sahut dia, peti kemas, semen, dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Komoditas berikutnya, yakni Crude Palm Oil (CPO), pupuk, retail, dan lain-lain,” ujar Anne Purba.
Bahkan, kinerja pengangkutan barang non-batu bara pun, ucap Anne Purba, menunjukkan pergerakan positif secara tahunan. Persentasenya, tambah Anne Purba, yakni 5-71 persen.
Semakin banyaknya pengangkutan barang dan logistik yang terlayani itu, jelas Anne Purba, berkat implementasi beberapa strategi. Antara lain, ujarnya, bertambahnya rute dan frekuensi perjalanan.
Cara jitu lainnya, tuturnya, yakni, bertambahnya gerbong, khususnya, kereta baru bara di wilayah kerja PT KAI (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang dan PT KAI (Persero) Divre IV Tanjungkarang.
Bertambahnya rute, frekuensi perjalanan, dan gerbong batu bara itu, sambung Anne Purba, membuktikan bahwa pihaknya sangat merespon kebutuhan transportasi masyarakat, khususnya, perlogistikan.
Anne Purba melanjutkan, semakin favoritnya kereta sebagai transportasi pengangkutan barang juga karena masalah efisiensi dan efektivitas.
Dia berpendapat, volume pengangkutan barang menggunakan kereta tentunya jauh lebih banyak daripada truk.
“Satu gerbong kereta barang berkapasitas 50 ton, setara dengan dua unit truk kontainer,” kata dia.
Di wilayah Sumatera Bagian Selatan, sahutnya, volume pengangkutan barang lebih masif lagi. Satu trainset kereta barangnya terdiri atas 61 gerbong barang. Volumenya, setara dengan 3 ribu ton barang.
Apabila volume barang sebanyak 3 ribu ton itu menggunakan jalur darat non-kereta, seru Anne Purba, butuh sekitar 120 unit truk untuk mengangkutnya.
Melihat fakta-fakta itu, terang Anne Purba, tentunya, pengangkutan barang menggunakan kereta lebih efektif. Selain itu, sambung Anne Purba, juga membuat biaya operasional logistik lebih efisien.
“Tidak itu saja, pengangkutan barang menggunakan kereta juga bisa menjadi pengurai kepadatan dan kemacetan lalu lintas, termasuk meminimalisir kerusakan jalan akibat over tonase dan mengurangi polusi udara,” urai Anne Purba. (*)
