KESATU.CO – BANDUNG, Semakin nyata bahwa kereta merupakan Moda transportasi terfavorit publik tanah air. Terbukti, volume penumpang kereta semakin marak.
Dalam keterangannya, Amne Purba, Vice President Public Relation PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), menginformasikan, selama Januari-Juni 2024, secara kumulatif, volume penumpang kereta bertambah 22 persen secara tahunan atau menjadi 218.964.010 orang.
“Sedangkan volume penumpang pada semester awal 2023 sebanyak 179.577.935 orang,” kata mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI Commuter Line Indonesia (KCI) tersebut.
Anne Purba melanjutkan, Commuter Line termasuk Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Jumlahnya sebanyak 179.101.318 penumpang.
Kontributor terbesar selanjutnya adalah kereta jarak jauh. Selama paruh awal tahun ini, katanya, volume penumpang kereta jarak jauh sebanyak 22.223.702 orang.
Anne Purba menyatakan, di antara rangkaian kereta jarak jauh yang aktif melayani masyarakat, ada yang termasuk favorit. Itu karena, jelas dia, beberapa kereta itu bervolume penumpang terbanyak.
Kereta jarak jauh terfavorit selama enam bulan perdana tahun ini, sebut Anne Purba, yaitu Airlangga (Pasar Senen-Surabaya Pasarturi pp). Volume penumpang kereta ini paling banyak, yaitu 691.702 orang.
Kereta jarak jauh terfavorit selanjutnya, ujar Anne Purba, adalah Serayu (Pasar Senen-Purwokerto pp). Sebanyak 647.526 orang bepergian menggunakan Serayu selama Januari-Juni 2024.
Baca Juga: Berkat Gelontoran PMN, PLN Terangi Ratusan Rusun di Jabar, Elektrifikasi Hampir 100 Persen
Jenis Kereta lainnya yang menjadi penyumbang pergerakan positif volume penumpang adalah Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, yakni sebanyak 8.685.648 orang.
Berikutnya adalah kereta lokal. Pada semester awal 2024, kereta ini melayani 3.511.405 orang.
“Kemudian, secara berturut-turut ada kereta bandara ((bandar udara) dan KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) Whoosh, masing-masing sebanyak 2.709.305 orang penumpang serta 2.665.710 orang” papar Anne Purba.
Lalu, apa yang membuat volume penumpang kereta bertambah secara signifikan?
Anne Purba menerangkan, berakhirnya pemberlakuan syarat perjalanan Covid-19 seperti kewajiban para calon penumpang untuk menyertakan sertifikat Vaksinasi Covid-19
Aktifnya LRT Jabodetabek dan Whoosh pada tahun lalu, ucap dia, juga berdampak positif bagi perkembangan volume penumpang.
Tidak itu saja, pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) pada Juni 2023 turut berimbas positif.
“Hadirnya beberapa rangkaian kereta baru juga menambah volume penumpang. Misalnya, Argo Merbabu (Gambir-Semarang Tawang Bank Jateng pp,), Argo Semeru (Gambir-Surabaya Gubeng pp), Pandalungan (Gambir-Jember pp), dan Manahan (Gambir-Solo Balapan pp,), termasuk Banyubiru yang merupakan kereta lokal (Semarang Tawang Bank Jateng-Solo Balapan pp)” urai Anne Purba. (*)
