KESATU.CO — Lembaga bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem pendidikan nasional. Melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada akademik, GO mengklaim keberhasilannya dalam mencetak siswa berprestasi hingga menembus perguruan tinggi favorit.
Direktur Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, M.M., menyebut penghargaan yang diterima lembaganya dari FPLKP sebagai Visionary Executive Awards 2026 bukan sekadar pengakuan individu, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi kolektif dalam dunia pendidikan.
“Penghargaan ini bukan puncak, tapi titik untuk kami terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (28/04/2026).
Menurut dia, keberhasilan GO tidak lepas dari filosofi pendidikan yang dibangun selama bertahun-tahun. Lembaga ini tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan mentalitas siswa agar siap bersaing.
Direktur energik ini menegaskan, pendekatan yang digunakan dirangkum dalam tiga tahapan utama: belajar, berlatih, dan bertanding. Konsep ini diadopsi dari dunia olahraga, di mana keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh teori, tetapi juga kesiapan menghadapi kompetisi.
“Belajar itu untuk memahami konsep. Berlatih untuk mengasah kemampuan. Dan bertanding adalah bagian dari kehidupan itu sendiri,” kata dia.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam mendorong siswa memiliki semangat juang tinggi. GO menanamkan pola pikir kompetitif yang sehat, sehingga siswa tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia nyata.
Selain fokus pada siswa, GO juga menaruh perhatian besar pada kualitas tenaga pengajar. Menurut Bob Foster, para pengajar tidak diposisikan sekadar sebagai pekerja, melainkan bagian dari keluarga besar yang memiliki visi yang sama.
“Di GO, kami membangun komunikasi dan kebersamaan. Pengajar bukan hanya sumber daya, tapi bagian dari keluarga,” ujarnya.
Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga loyalitas tenaga pengajar di tengah tingginya tingkat perpindahan tenaga kerja di sektor pendidikan. Dengan lingkungan yang suportif, para pengajar didorong untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi siswa.
GO juga mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan siswa. Setiap program dirancang tidak hanya untuk membantu siswa memahami pelajaran, tetapi juga mempersiapkan masa depan mereka.
“Yang kami siapkan bukan hanya pelajaran, tetapi masa depan siswa,” kata Bob Foster.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan lembaga. Dengan reputasi yang telah terbangun, GO terus berupaya berinovasi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat, GO memilih untuk memperkuat nilai inti yang telah menjadi fondasi sejak awal: fokus pada kualitas dan dampak jangka panjang.
Bob Foster optimistis, dengan pendekatan yang konsisten dan berbasis visi, GO akan terus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang unggul dan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.
