KESATU.CO – BANDUNG, Berstatus sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi, tentunya membuat PT Perusahaan Listrik Mey (PLN) (Persero) berupaya keras menorehkan performa dan kinerja cemerlang.
Penerapan beragam strategi yang selama ini digulirkan korporasi yang juga berkatagori Industri Strategis Nasional (ISN) itu menunjukkan hasil positif. Apa buktinya?
Melansir beberapa sumber, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), mengklaim bahwa jajarannya berhasil menorehkan performa positif.
Satu indikatornya, kata Darmawan Prasodjo, yakni perolehan laba bersih yang terus bertambah selama periode 2020-2023.
Pada 2020, kata Darmawan Prasodjo, pihaknya membukukan laba bersih Rp5,9 triliun. Lalu, tahun berikutnya, lanjut dia, nominal laba bersih yang pihaknya raup bernilai Rp13,2 triliun.
Dia meneruskan, perolehan laba bersih terus bertambah pada 2022. Angkanya, sebut Darmawan Prasodjo, yakni Rp14,4 triliun.
Baca Juga: Toyota dan Pertamina Kompak Geber NZE 2060, Caranya: Uji Bioetanol E10
“Tahun lalu (2023) kami meraup laba bersih yang nominalnya melebihi 2022, yaitu Rp22,1 triliun,” tandas Darmawan Prasodjo.
Kinerja kinclong selanjutnya, sahutnya, yakni tercermin pada Debt Service Coverage Ratio (DSCR) aliasi rasio arus kas untuk membayar kewajiban utang.
Dia mengemukakan, pada 2023, pihaknya mencatat, posisi DSCR pada level 1,72x. Level DSCR 2023 itu, imbuhnya, lebih baik daripada posisi 2022, yakni 1,40x.
Berdasarkan dua indikator itu, ujar Darmawan Prasodjo, kondisi finansial industri Merah Putih itu dalam keadaan yang sangat baik, sehat, dan kuat.
Bagaimana soal utang?
Darmawan Prasodjo menyatakan, selain membukukan laba masif, selama periode 2020-2023, pihaknya juga berhasil mengurangi nilai utang.
Pada 2023, bebernya, pihaknya memiliki kewajiban utang yang berkurang Rp55 triliun Darmawan Prasodjo menjelaskan, posisi nilai utang pada 2023 menjadi Rp396 triliun,
“Sedangkan pada 2020, kami memiliki utang bernilai Rp451 triliun,” sebut dia.
Keberhasilan-keberhasilan gemilang itu, tambah Darmawan Prasodjo, berkat penerapan dan pengimplementasian beragam strategi secara tepat, efektif, efisien, dan berkelanjutan. (win)
