KESATU.CO – BANDUNG, Beberapa bulan lalu, sekitar periode Maret 2024, lembaga pemerintah sektor pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), melakukan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.
Berdasarkan penyesuaian yang berlaku hingga 31 Mei 2024 itu, HET beras premium dan medium lebih mahal Rp1.000 per kilo gram daripada sebelumnya.
Lantas bagaimana perkembangan terkininya?
Informasinya, saat ini, pemerintah terus mengkaji dan mematangkan peraturan tentang penetapan HET beras.
Pengkajian dan pematangan utu direspon Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog).
Baca Juga: Panen Raya Berlangsung, Tapi Mengapa Harga Beras Masih Mahal? Begini Penjelasan Bulog
Kepada media, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum Bulog, berpendapat, penyesuaian HET beras yang kini lebih mahal, cenderung tidak bisa kembali pada level sebelumnya.
Meski demikian, lanjutnya, kemungkinan harga beras kembali lebih murah tetap terbuka. Kondisi itu bisa terjadi, jelas Bayu Krisnamurthi, apabila produksi panen berlimpah ruah.
Akan tetapi, lanjutnya, saat ini, ada situasi yang menyebabkan HET beras sulit untuk kembali pada level semula. Yakni, ungkapnya, adanya prediksi bahwa periode Juni 2024, terjadi defisit beras sekitar 450 ribu ton.
Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas, beberapa waktu sebelumnya, menyampaikan kabar tentang pengkajian penetapan HET beras.
Upaya itu, tuturnya, sebagai cara pemerintah agar stabilitas stok, pasokan, dan harga beras premium pada level konsumen tetap terjaga. (*)
