KESATU.CO, SUKABUMI – Pemerintah Desa Bojong Asih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, menegaskan komitmennya membangun desa melalui dua langkah strategis sekaligus, yakni mengakselerasi potensi ekonomi lokal dan mempercepat penyelesaian persoalan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang masih dialami masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Desa Bojong Asih, Heri, didampingi Sekretaris Desa Sumanto dan Kasi Pemerintahan Dian, saat memaparkan arah pembangunan desa.
Heri mengatakan, Bojong Asih memiliki modal besar untuk tumbuh sebagai desa yang mandiri secara ekonomi. Sektor peternakan ayam petelur menjadi salah satu penggerak utama perekonomian warga, diperkuat dengan komoditas hortikultura seperti cabai, terong, dan mentimun yang terus menunjukkan potensi menjanjikan.
“Kami memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tugas pemerintah desa adalah memastikan potensi ini berkembang dan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Heri.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Desa Bojong Asih juga bergerak menyelesaikan persoalan pelayanan kesehatan yang masih menjadi keluhan sebagian warga. Kasi Pemerintahan Dian mengungkapkan, kendala validasi data hingga status KIS yang tidak aktif masih ditemukan dan membutuhkan penanganan serius.
Karena itu, pemerintah desa tidak hanya menunggu penyelesaian dari pihak lain. Sekretaris Desa Sumanto menegaskan, pihaknya terus melakukan pendampingan administrasi kepada warga, sekaligus membangun koordinasi intensif dengan instansi terkait agar sinkronisasi data dapat segera diselesaikan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi. Sebab, kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari meningkatnya pendapatan, tetapi juga dari kemudahan memperoleh layanan dasar yang menjadi hak setiap warga.
Dengan mengoptimalkan potensi peternakan dan pertanian sekaligus memperkuat pelayanan publik, Pemerintah Desa Bojong Asih berharap pembangunan desa mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
