KESATU.CO – Dalam beberapa minggu terakhir, tren dominasi Bitcoin kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Berdasarkan data dari The Block Bitcoin Dominance (BTC.D) saat ini berada di kisaran 58%, turun dari puncaknya di musim panas 2025 yang sempat menyentuh angka 65%. Penurunan ini memicu pertanyaan penting: apakah altseason yang telah lama dinantikan akan benar-benar terjadi, atau justru harus ditunda?
Pergerakan semacam ini bukan hal baru, dan kerap menjadi pemicu rotasi aset di pasar kripto. Jika Anda mengikuti berita bitcoin, Anda akan tahu bahwa dominasi Bitcoin bukan sekadar angka melainkan indikator sentimen pasar yang cukup signifikan. Ketika dominasi ini bergerak naik atau turun dengan cepat, dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh ekosistem altcoin.
Apa Itu Bitcoin Dominance?
Bitcoin Dominance mengukur seberapa besar kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto. Misalnya, jika total market cap kripto adalah US$2 triliun dan market cap Bitcoin mencapai US$1 triliun, maka dominance-nya adalah 50%.
Baca Juga: Wujudkan Birokrasi Bersih, Setda Pemkab Purwakarta Canangkan Zona Integritas
Indikator ini penting karena ketika BTC Dominance meningkat, berarti lebih banyak pelaku pasar yang memilih Bitcoin sebagai aset aman di tengah ketidakpastian.
Sebaliknya, ketika dominance menurun, biasanya menandakan bahwa aliran dana mulai mengarah ke altcoin. Maka dari itu, indikator ini kerap digunakan untuk membaca arah perputaran likuiditas di pasar.
Kondisi Altcoin: Masih Lesu di Tengah Penurunan Dominance
Meski dominasi Bitcoin telah menurun dari 65% menjadi 58%, mayoritas altcoin masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Ethereum, misalnya, masih tertahan di kisaran US$2.600. Solana (SOL) bergerak sideways, dan token-token seperti MATIC, AVAX, serta OP belum mengalami lonjakan volume perdagangan.
Baca Juga: Satwa Jadi Korban, Penutupan Bandung Zoo Dinilai Keliru
Hal ini menimbulkan pertanyaan lanjutan: jika dominasi Bitcoin sudah mulai melemah, mengapa altcoin belum juga bergerak? Di sinilah pentingnya terus belajar trading crypto agar mampu memahami konteks pasar secara lebih komprehensif. Sebab, tidak semua pergerakan harga sesuai dengan teori yang sederhana—sentimen, regulasi, dan psikologi pasar memegang peranan besar.
Mengapa Altseason Bisa Tertunda?
Banyak analis meyakini bahwa altseason memerlukan dua syarat utama: dominasi Bitcoin yang turun signifikan (biasanya ke bawah 50%) dan lonjakan volume perdagangan altcoin. Saat ini, kedua kondisi tersebut belum terpenuhi.
Berikut beberapa faktor yang dapat menjelaskan keterlambatan ini:
Fokus Institusi Masih pada Bitcoin: Dana institusional lebih nyaman masuk ke Bitcoin yang dianggap lebih stabil dan memiliki kejelasan regulasi.
Ketidakpastian Regulasi untuk Altcoin: Sejumlah altcoin masih berisiko diklasifikasikan sebagai sekuritas, yang membuat investor besar cenderung menahan diri.
Trauma Pasca Crash: Sentimen negatif dari penurunan pasar pada 2022–2023 masih membayangi sebagian besar investor ritel.
Strategi untuk Menyikapi Pasar Saat Ini
Meskipun altseason belum terjadi, bukan berarti tidak ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh trader
Fokus pada aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum hingga terdapat konfirmasi teknikal maupun sentimen yang lebih kuat untuk altcoin.
Pantau indikator ETH/BTC ratio, karena ini sering menjadi petunjuk awal perpindahan dominasi pasar ke altcoin.
Akumulasi altcoin dengan fundamental kuat secara bertahap, khususnya di sektor-sektor seperti RWA, AI crypto, dan Layer 2.
Hindari FOMO dan tetap disiplin terhadap strategi yang telah dirancang.
Kesimpulan
Altseason tampaknya belum dimulai pada September 2025. Meskipun Bitcoin Dominance sudah turun dari level tertingginya, angkanya masih berada di atas ambang psikologis yang biasanya menandai permulaan altseason.
Namun, arah pasar bisa berubah cepat. Trader dan investor yang adaptif serta terus memperbarui strategi memiliki peluang lebih besar untuk menangkap momentum ketika altcoin mulai menunjukkan pergerakan signifikan.
FAQ
1. Apakah Bitcoin Dominance selalu jadi indikator utama altseason?
Tidak selalu, tetapi BTC Dominance merupakan salah satu indikator kuat yang banyak digunakan untuk mengukur potensi pergeseran arus dana ke altcoin.
2. Apa yang dimaksud dengan altseason?
Altseason adalah periode ketika altcoin mengalami lonjakan harga lebih tinggi dibanding Bitcoin dalam waktu yang relatif bersamaan.
3. Apakah penurunan dominance menjamin altseason akan terjadi?
Baca Juga: Timeless Time” : Dijajah Algoritma (Budaya Instan, Mental Rapuh )
Tidak menjamin, karena faktor lain seperti sentimen pasar, volume perdagangan, dan katalis fundamental proyek altcoin juga sangat mempengaruhi.
4. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk beli altcoin?
Belum tentu. Disarankan untuk menunggu konfirmasi teknikal dan mengedepankan manajemen risiko sebelum melakukan entry besar ke altcoin.
5. Bagaimana cara memantau potensi altseason?
Pantau kombinasi indikator seperti BTC Dominance, ETH/BTC ratio, volume altcoin, dan tren narasi di media sosial serta berita regulasi terbaru. ***
