KESATU.CO – BANDUNG, Keberadaan sejumlah lembaga yang berfungsi dan berperan besar menggeliatkan Udahan Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) merupakan hal krusial.
Pasalnya, lembaga-lembaga tersebut tidak hanya memperlebar akses keuangan, tetapi juga sebagai penopang pergerakan positif UMKM.
Karena itulah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki jurus terkini agar UMKM lebih bergeliat dan berdaya saing. Yakni, memperkuat Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
Caranya, menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan LKM 2024-2028.
Kepada media pada launnching road map LM 2024-2028 itu, Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan, pihaknya menyuiapkan beberapa cara untuk memperkuat posisi LKM berdasarkan roadmap tersebut.
Antara lain, sebutnya, pengimplementasian tata kelola dan manajerial, termasuk manajemen risiko dan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
“Lalu, memperkuat regulasi beserta pengaturan, pengawasan, dan perizinannya (LKM),” tandas Agusman.
Jurus berikutnya, ungkap dia, yaitu memperkokoh pola pemberdayaan plus pemerkuatan edukasi dan literasi kepada masyarakat termasuk seluruh LKM, yang saat ini, berjumlah 253 LKM, terdiri atas 174 LKM konvensional dan 79 berbasis syariah.
Baca Juga: Ini Bukti Keseriusan Toyota Kebut NZE: Pamerkan Produk Hidrogen pada Pentas GIAW 2024
Kemudian, lanjutnya, yaitu mengembangkan ekosistem. Selanjutnya, imbuh Agusman, pihaknya berencana mengembangkan dan memperkuat infrastruktur data serta sistem informasi bersistem digitalisasi.
Agusman menyatakan, jurus-jurus memperkuat LKM itu juga sangat krusial karena total asetnya terus menggeliat dan bernilai masif.
Berdasarkan data terkini, beber Agusman, nilai total LKM bertambah 9,73 persen secara tahunan. Nominalnya berada pada level Rp1,64 triliun.
Pentingnya jurus-jurus pemerkuatan LKM melalui roadmap 2024-2028 tersebut, sahutnya, juga karena ada peran krusial lainya yang diemban lembaga itu.
Yakni, jelas Agusman, memperkuat sekaligus menggairahkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. (win)
