KESATUCO – Wali Kota Ayep Zaki menegaskan perubahan besar dalam kebijakan pembangunan Kota Sukabumi. Ia menyebut, pembenahan infrastruktur hingga solusi lingkungan kini dijalankan dengan standar baru yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Terkait kondisi Jalan Merbabu di Gunungpuyuh yang dikeluhkan warga, Ayep memastikan tidak ada penundaan perbaikan.
“Jalan Merbabu tetap kita kerjakan. Walaupun ada kendala teknis pada sistem bantuan provinsi, kita pakai APBD supaya tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Baca Juga: Ayep Zaki Perkuat Sinergi dengan Pers, Setor Rp170 Juta Retribusi Pasar Marema ke Kas Daerah
Ayep juga menyampaikan perubahan metode pengerjaan jalan di sejumlah titik rawan rusak seperti Jalan Gudang.
“Sekarang tidak langsung kita aspal. Kita cor dulu supaya pondasinya kuat, baru dilapisi aspal agar lebih awet,” tegasnya.
Selain jalan, Pemkot mulai merevitalisasi trotoar dan menata kabel utilitas yang selama ini terlihat semrawut.
Baca Juga: Jannatul Firdausi ke-8 Ditutup Bupati Sukabumi, Perkuat Syiar Alquran
“Trotoar lama kita benahi. Kabel-kabel kita satukan dalam satu tiang. Uji coba sudah kita mulai di Jalan Bhayangkara,” jelas Ayep.
Penataan ini, lanjutnya, merupakan langkah strategis menyambut kehadiran Tol Bocimi Seksi III.
“Dengan Tol Bocimi Seksi III, mobilitas akan meningkat. Kota Sukabumi harus tampil lebih tertata dan nyaman,” ucapnya.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Dapat Apresiasi Warga Mangkalaya Residence
Dalam sektor lingkungan, Ayep menyatakan Pemkot fokus pada penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
“Sampah tidak lagi hanya ditumpuk. Kita olah menjadi bahan bakar alternatif yang bisa dibeli PLTU,” ungkapnya.
Ia optimistis teknologi tersebut mampu menekan volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Menanggapi tantangan IPM dan angka pengangguran di wilayah seluas 48 kilometer persegi itu, Ayep menegaskan strategi penyaluran tenaga kerja telah disiapkan.
“Untuk pengangguran, kita siapkan program P2MI di 2026 agar masyarakat punya akses kerja yang lebih luas,” tandasnya.
