KESATUCO – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengelola sampah rumah tangga.
Ia menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi memerlukan kerjasama warga dari tingkat RW hingga RT,” ujarnya.
Baca Juga: Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, Masjid Modern yang Hidup 24 Jam untuk Umat
Apalagi, peningkatan jumlah penduduk membuat volume sampah di Kota Sukabumi terus naik hingga mencapai 180 ton per hari. Karena itu, pemerintah mendorong pengelolaan sampah berbasis RT dan RW agar tidak semua sampah menumpuk di TPS dan TPA.
“Sampah rumah tangga diharapkan bisa diselesaikan di lingkungan masing-masing,” ucapnya
Untuk memotivasi masyarakat, Pemkot akan mengadakan sayembara pengelolaan sampah tingkat RW serta memberikan mesin pencacah plastik bagi kelurahan yang berhasil mengelola sampah secara mandiri.
Baca Juga: Bobby Maulana: Al-Qur’an Adalah Literasi Terbaik untuk Hadapi Tantangan Zaman
“Kelurahan Subangjaya akan menjadi proyek percontohan program ini,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah pusat bersama investor Danantara berencana menghadirkan alat modern pengolah sampah dalam dua tahun ke depan.
“Sukabumi juga masuk dalam zona pengelolaan sampah wilayah Bogor, sehingga perlu kajian biaya angkut agar lebih efisien,” bebernya
Baca Juga: Bobby Maulana: LKBB Bukan Sekadar Lomba, tapi Pembentuk Karakter dan Nasionalisme Pelajar
Di sisi lain, Ayep menyoroti rendahnya retribusi sampah, yang baru mencapai Rp1,1 miliar per tahun, jauh di bawah anggaran Dinas Lingkungan Hidup sebesar Rp30 miliar.
“Kondisi ini perlu diperbaiki agar sistem pengelolaan dan pembiayaan menjadi lebih seimbang,” pungkasnya.
