KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi mendorong aparatur sipil negara (ASN) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk mempercepat pelayanan publik.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan bahwa ASN harus bekerja profesional, responsif, serta memiliki mental pejuang dalam menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendasar dalam upaya menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien.
Baca Juga: Gunakan Motor, Bupati Purwakarta Turun Langsung Tinjau Pembangunan Infrastruktur
“Anggaran tidak boleh hanya berputar pada kegiatan SKPD, tetapi harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama melalui pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan infrastruktur,” ujarnya dalam pelatihan Smart ASN bertema Peningkatan Pelayanan Publik di Era Digital yang digelar di Aula BKPSDM Kota Sukabumi, Selasa 2 September 2025.
Ayep Zaki juga menegaskan bahwa komitmen reformasi birokrasi ini sejalan dengan aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menuntut pemerintahan bersih, adil, dan transparan.
Ia menyebut, anggaran harus menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan semata untuk belanja internal pemerintahan.
Pemkot Sukabumi, katanya, berkomitmen membangun birokrasi yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta menolak praktik rangkap jabatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
“ASN harus bekerja dengan amanah, menjunjung nilai kebenaran, kebaikan, dan meneladani sifat Rasul. Dengan kekompakan dan integritas, ASN dapat membawa Sukabumi menjadi Kota Bercahaya,” ucapnya.
