KESATU.CO – BANDUNG, Kehadiran dan keberadaan korporasi-korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) punya peran penting, yakni turut menggeliatkan perekonomian nasional.
Melalui pengelolaan yang tepat, BUMN menunjukkan performa dan kinerja yang menggembirakan.
Dalam rapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Erick Thohir, Menteri BUMN, mengklaim bahwa nilai aset lembaga yang dinakhodainya semakin bertambah.
Mantan el Presidente peraih 91 gelar Scudetto Lega Calcio Serie A, Inter Milan, itu mengungkapkan, dalam kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020-2023, nilai aset BUMN bertambah secara signifikan.
Baca Juga: Ini Cara Bank BJB Topang Sektor Kesehatan: Jabat Erat BPJS
“Posisinya akhir 2023, total nilainya (BUMN) yakni Rp10.402 triliun. Sedangkan pada 2020, angkanya Rp8.312 triliun,” ujar Erick Thohir.
Kinerja mentereng lainnya, lanjut Thr Big Boss Kementerian BUMN ini, tercermin pada revenue. Akhir 2023, labjut dia, BUMN meraup pendapatan Rp2.933 triliun, melebihi reqlisask akhir 2020, yakni Rp1.930 triliun.
Yang tidak kalah menterengnya, sambung Erick Thohir, akhir 2023, BUMN pun membukukan laba yang nilainya melampaui 2020.
Posisi laba BUMN 2023 pada level Rp327 triliun. “Tiga tahun sebelumnya (2020), perolehan labanya jauh lebih sedikit, yaitu Rp13 triliun. Berkat perolehan laba super jumbo itu, sahutnya, BUMN menyetorkan dividen bernilak total Rp279,7 triliun.
Kinclongnya performa dan kinerja itu, tutur dia, juga karena BUMN mengerjakan 88 Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebanyak 81 proyek di antaranya, tuntas.
Keberhasilan BUMN menorehkan kinerja gemilang itu pun, imbub Erick Thohir, berkat sistem tata kelola dan manajemennya risiko yang tepat, efektif, dan efisien.
Caranya, beber Erick Thohir, menerapkan perencanaan dan sistem pemetaan pada berbagai aspek secara akurat, termasuk pemecahan beragam kendalanya. (“)
