KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor ketenagalistrikan, tentunya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) sangat berkepentingan untuk menyukseskan program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) yang dicanangkan pemerintah demi tercapainya target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Terbukti, hingga kini, PT PLN (Persero) begitu gencar menggulirkan beragam program berkenaan dengan pembentukan ekosistem kendaraan listrik.
Satu caranya, mengaktifkan banyak Stasiu Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah, termasuk Jabar.
Bahkan, PT PLN (Persero) terus menggeber terbentuknya ekosistem kendaraan listrik. Bukti terkini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, melakukan aktivasi One Stop EV (Electric Vehicle) Charging Station.
Fasilitas pendukung ekosistem kendaraan listrik terbaru korporasi Merah Putih itu berlokasi di Bandung, tepatnya, kawasan Jalan Surapati.
“Aktivasi One Stop EV Charging itu sekaligus menambah EV Charging yakni menjadi 267 unit di wilayah kerja kami,” tandas Agung Murdifi, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UID Jabar.
Baca Juga: Kementerian BUMN Rombak Pertamina, Iwan Bule Jadi Bos Baru, Apa Posisinya?
Aktifnya One Stop EV Charging itu juga, lanjut dia menambah titik EV Charging Station menjadi ada 183 lokasi SPKLU.
Tidak itu saja, pengaktifan fasilitas pelayanan yang menyediakan 5 unit EV Chager baik Ultra Fast Charging maupun Medium Charging juga menambah Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) menjadi 57 unit.
Pria yang menjadi suksesor Susiana Mutia ini mengemukakan, pada lokasi One Stop EV Charging Surapati, pihaknya mengaktifkan 6 titik stop kontak pada SPKLU Roda Dua (R2).
Adi Priyanto, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), mengatakan, akselerasi infrastruktur EV Charging Station ini membuktikan keseriusan jajarannya untuk menyukseskan transisi energi di Indonesia, khususnya Bumi Parahyangan, sekaligus turut aktif merealisasikan NZE 2060.
“Yakni melalui penyediaan Green Energy, baik yang berkaitan dengan Green Tourism, Green Infrastructure, maupun Zero Emission Zone,” ucapnya. (*)
