KESATU.CO — Dari awal orasi, massa pendukung pro Palestina begitu semangat. Walau berpanas-panasa, mereka tetap antusias ikut orasi para tokoh.
Seperti dikemukakan, tragedi genosida Palestina bukanlah melulu soal agama, tapi ini sangat kental dengan kemanusiaan.
Apalagi, bila peduli terhadap muslim saja, lalu bagaimana dengan bangunan gereja yang dihancurkan oleh zionis Israel?
Suasana haru dan semangat solidaritas kemanusiaan memenuhi udara Kota Bandung dalam sebuah deklarasi bersama lintas agama yang digelar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dalam kegiatan bertajuk “Bandung untuk Palestina” yang digelar baru-baru ini, ratusan tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, akademisi, hingga praktisi hukum berkumpul menyatakan sikap mendukung kemerdekaan Palestina secara damai dan berkelanjutan.
Acara tersebut merupakan aksi ketiga dari rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh kalangan advokat dan lembaga-lembaga kemanusiaan di Kota Bandung, dengan tujuan mendorong kesadaran kolektif bahwa isu Palestina bukan hanya isu agama semata, melainkan masalah kemanusiaan universal.
Ketua Penanggung Jawab Kegiatan yang juga Ketua Advocate Squad, Dr.(c) Mohamad Ali Nurdin, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina, terutama menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kami sebagai bagian dari masyarakat sipil untuk menyuarakan hak-hak rakyat Palestina. Kami, para advokat, terpanggil untuk mendorong gerakan serupa di seluruh Indonesia. Isu ini tidak bisa dibiarkan hanya menjadi berita di layar kaca. Ini soal hak hidup, kemerdekaan, dan martabat manusia,” tegasnya, Minggu (20/07/25).
Lebih lanjut, Ali Nurdin menambahkan bahwa kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.700 peserta dari berbagai latar belakang, melampaui target awal yang hanya 1.000 peserta. Mereka berasal dari berbagai lembaga dan organisasi seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Perguruan Tinggi, organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), WALUBI (Perwakilan Umat Budha Indonesia), PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai masjid ternama di Bandung seperti Masjid Raya Bandung, Al Ukhuwwah, dan Pusdai.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Amin Nurjamin, SH, MH, menambahkan bahwa Kota Bandung sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi telah memberikan ruang bagi gerakan lintas agama untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu global.
“Selama ini banyak tokoh lintas agama yang ingin bergerak, namun bingung harus memulai dari mana. Hari ini, Bandung menunjukkan bahwa kita bisa bersatu untuk Palestina, tidak melihat dari latar belakang agama, tapi dari nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujar Amin.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah kehadiran jurnalis Palestina, Ustaz Muhammad Husein, Lc. yang secara khusus mengubah jadwalnya ke Mesir demi hadir dalam acara ini. Dalam testimoninya, Husein menyampaikan rasa haru atas solidaritas rakyat Bandung dan menegaskan bahwa dukungan moral dan spiritual dari komunitas internasional sangat berarti bagi rakyat Palestina yang sedang berjuang.
“Bandung adalah kota dengan sejarah besar. Kehadiran saya di sini bukan sekadar simbolik, tapi sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang peduli pada keadilan global,” ujarnya.
Deklarasi bersama ini juga melahirkan dokumen pernyataan sikap yang telah ditandatangani oleh seluruh perwakilan tokoh agama, advokat, dan lembaga kemasyarakatan. Dokumen tersebut berisi komitmen untuk terus mendukung perjuangan Palestina melalui jalur hukum, diplomasi, dan kampanye kemanusiaan.
Ali Nurdin menjelaskan bahwa hasil pernyataan sikap ini tidak akan berhenti sebagai simbolisasi belaka. “Kami sedang merancang mekanisme untuk menyampaikan dokumen ini secara resmi kepada otoritas yang berwenang, termasuk Presiden Republik Indonesia. Harapannya, ini menjadi wujud nyata bahwa masyarakat Kota Bandung berkomitmen terhadap perdamaian dunia,” tuturnya.
Selain sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi publik terkait pentingnya menyikapi informasi dengan cermat dan menjaga persatuan bangsa di tengah isu-isu global yang rentan ditunggangi kepentingan politik.
Deklarasi “Bandung untuk Palestina” menjadi salah satu peristiwa monumental dalam perjalanan kota yang dikenal dengan semangat Konferensi Asia Afrika tersebut. Dalam semangat solidaritas, kegiatan ini tidak hanya menegaskan posisi Kota Bandung sebagai kota toleran, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan universal.
Menutup rangkaian acara, para peserta berjalan bersama, melewati Gedung Konferensi Asia Afrika dan selanjutnya hingga Kembali ke tempat. Dan langkah ini sebagai simbol persatuan dan harapan bagi masa depan Palestina yang damai dan merdeka.
