KESATU.CO – Ketidakpastian pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) pasca tenggat 5 Mei 2026 tidak menghentikan aktivitas perawatan satwa di lapangan. Di tengah masa transisi yang belum jelas arahnya, berbagai pihak justru menunjukkan sinergi untuk memastikan kondisi kebun binatang tetap stabil.
Koordinator Pengelola Transisi Bandung Zoo, Rohman Suryaman, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa. Ia memastikan bahwa seluruh koleksi hewan tetap mendapatkan perawatan rutin, baik dari sisi pakan maupun pengawasan kesehatan.
“Setiap hari kami terus melakukan perawatan, mulai dari pakan reguler hingga pakan enrichment atau pengayaan untuk menjaga kualitas hidup satwa,” ujar Rohman saat ditemui di lokasi, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi prioritas mutlak di tengah situasi yang belum menentu. Selain pemenuhan nutrisi, pengelola juga memperketat protokol keamanan hayati atau biosafety guna mencegah potensi penyakit. Pemberian vitamin serta obat-obatan pun dilakukan secara berkala agar kondisi satwa tetap prima.
Upaya tersebut dilakukan agar seluruh satwa siap ketika operasional kebun binatang kembali berjalan normal di bawah pengelola baru nantinya. Namun demikian, Rohman mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh kepastian resmi terkait proses penunjukan pengelola baru.
“Kami belum mendapat informasi detail soal kelanjutan setelah tanggal 5 Mei. Tapi yang pasti, kami siap bekerja sama dengan siapa pun yang nantinya ditunjuk,” katanya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, dukungan lintas sektor terus mengalir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, misalnya, memberikan bantuan berupa pakan enrichment, perbaikan kandang, hingga pengayaan habitat untuk mendukung kesejahteraan satwa.
Selain itu, sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Rumah Sakit Hewan, serta tenaga dokter hewan pendamping turut terlibat dalam pemantauan kesehatan satwa secara intensif. Kolaborasi ini dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kondisi di dalam kebun binatang.
Tak hanya satwa, perhatian juga diberikan kepada para karyawan yang tetap bertugas selama masa transisi. Rohman mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan Jawa Barat yang membantu aspek layanan BPJS Kesehatan.
Baca Juga: MTQ ke-47 Sukabumi Jadi Momentum Perkuat Syiar Islam
Di sisi lain, dukungan juga datang dari kalangan politik, khususnya DPD PDI Perjuangan, yang turut membantu melunasi tunggakan BPJS Ketenagakerjaan karyawan selama tiga bulan terakhir. Bantuan ini menjadi angin segar bagi para pekerja yang tetap menjalankan tugasnya di tengah ketidakpastian.
Rohman menegaskan, meskipun kondisi pengelolaan belum memiliki kepastian, situasi di dalam kebun binatang tetap terjaga kondusif. Ia memastikan bahwa kebutuhan dasar satwa, terutama pakan dan kesehatan, tetap terpenuhi.
“Yang paling penting bagi kami saat ini adalah memastikan satwa tetap terawat dengan baik. Sambil menunggu keputusan terkait pengelolaan, kami akan terus menjaga kondisi tetap stabil,” ujarnya.
Situasi Bandung Zoo saat ini menjadi cerminan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga fasilitas publik, terutama yang berkaitan dengan kehidupan satwa. Di tengah ketidakpastian, komitmen bersama menjadi kunci agar roda operasional tetap berjalan dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup di dalamnya tetap terjaga.
