KESATU.CO, PURWAKARTA – Wajah sumringah tidak dapat disembunyikan dari paras Pak Rojak, seorang warga Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Di atas panggung megah Safari Budaya Hajat Bumi Milangkala Desa Linggamukti, impian lama Pak Rojak untuk memiliki domba peliharaan sendiri akhirnya dipastikan menjadi kenyataan.
Malam itu menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Pak Rojak. Bagaimana tidak? Keinginannya yang besar untuk beternak domba sempat terbentur oleh dinding keterbatasan ekonomi.
Akibat tidak memiliki modal yang cukup, Pak Rojak bahkan sempat berpikir keras dan memilih jalan pintas untuk mencari pinjaman uang atau dalam istilah Sunda dikenal dengan sebutan “nganjuk”.
Namun, takdir berkata lain di panggung Safari Budaya malam itu. Langkah nekat untuk berutang seketika sirna berkat aksi spontan dan kepedulian dari dua tokoh publik yang hadir.
Aksi Nyata Om Zein dan Maula Akbar
Melihat kesungguhan dan penderitaan warganya, Bupati Purwakarta Om Zein bersama Maula Akbar yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, langsung menunjukkan kekompakan mereka.
Tanpa basa-basi, kedua tokoh ini sepakat untuk patungan demi mewujudkan mimpi sederhana Pak Rojak.
Mereka berdua langsung memberikan bantuan uang tunai senilai Rp1,5 juta di hadapan ribuan warga yang memadati area Milangkala Desa Linggamukti.
Uang tersebut diniatkan khusus agar Pak Rojak bisa langsung membeli domba impiannya tanpa harus terjerat utang keliling.
“Ini rezeki untuk Pak Rojak. Tidak perlu nganjuk (utang) lagi. Uang ini silakan dipakai untuk beli domba dan dirawat dengan baik agar bisa berkembang biak,” ujar Om Zein di atas panggung, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari warga.
Tradisi Hajat Bumi yang Membawa Berkah
Acara Safari Budaya Hajat Bumi dan Milangkala Desa Linggamukti ini sejatinya digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setempat atas melimpahnya hasil bumi dan hari jadi desa.
Namun, kehadiran Om Zein dan Maula Akbar malam itu memberikan dimensi baru yang lebih menyentuh hati masyarakat. Bukan hanya sekadar hiburan tontonan budaya, melainkan juga menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan.
Bagi Pak Rojak, bantuan senilai Rp1,5 juta tersebut bukan sekadar nominal uang, melainkan modal berharga untuk menyambung hidup dan memperbaiki perekonomian keluarganya melalui jalur peternakan.
Dengan menggandeng erat kearifan lokal dan kepedulian sosial, panggung Safari Budaya di Desa Linggamukti sukses menorehkan cerita manis.
Pak Rojak kini bisa pulang dengan senyum lebar, siap menyambut lembaran baru sebagai peternak domba tanpa bayang-bayang utang piutang.***
