KESATU.CO, PURWAKARTA — Suasana apel pagi di halaman Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta mendadak penuh haru. Bupati Purwakarta, Om Zein, tak kuasa menahan rasa emosionalnya saat menyampaikan pidato di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat teras pemda.
Bukan tanpa alasan, Om Zein dengan suara bergetar mengingatkan kembali esensi mendalam di balik program “Rebo Ngumum” (Rabu Naik Umum).
Program yang diinisiasi langsung olehnya ini mewajibkan seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemkab Purwakarta untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan moda transportasi umum setiap hari Rabu, baik saat berangkat maupun pulang kerja.
“Ini bukan sekadar aturan seremonial atau pencitraan. Ada keringat dan harapan hidup para pengemudi angkutan umum yang kita pertaruhkan di hari Rabu,” ujar Om Zein dengan nada emosional.
Manfaat Program Rebo Ngumum: Dari Efisiensi hingga Solusi Kemacetan
Pada awalnya, program Rebo Ngumum di Purwakarta dirancang untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan dan birokrasi.
Om Zein menjelaskan bahwa ada beberapa target utama dari gerakan ini:
• Efisiensi Anggaran dan Hemat BBM: Menekan pengeluaran operasional kendaraan dinas maupun pribadi milik ASN.
• Penyelamatan Lingkungan: Mengurangi emisi gas buang kendaraan yang memicu polusi udara di Purwakarta.
• Mengurai Kemacetan: Mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan-jalan protokol pada hari kerja.
Namun, di balik misi lingkungan tersebut, Om Zein menekankan ada misi kemanusiaan dan ekonomi yang jauh lebih besar.
Harapan Baru dan Kebangkitan Ekonomi Transportasi Lokal
Bagi sebagian orang, naik angkutan umum mungkin hanya sebuah pilihan alternatif. Namun, bagi para pengemudi angkot, ojek online (ojol), ojek pangkalan (opang), hingga taksi online, kehadiran para ASN sebagai penumpang adalah berkah luar biasa.
Program Rebo Ngumum dinilai sukses menghidupkan kembali nadi ekonomi sektor transportasi lokal yang sempat lesu.
Jenis Transportasi Dampak Positif Program Rebo Ngumum
Angkot & Angkutan Desa:
Keterisian penumpang meningkat drastis di hari Rabu.
Ojol & Taksi Online: Lonjakan orderan dari dan menuju kantor pemerintahan.
Ojek Pangkalan (Opang): Akses penumpang di area yang tidak terjangkau rute utama.
“Ada harapan baru di hari Rabu bagi mereka. Rebo Ngumum adalah momentum kebangkitan para pengemudi kendaraan umum di Purwakarta. Ketika para pejabat mau turun dan duduk bersama warga di dalam angkot atau di motor ojol, di situlah empati kita sebagai pelayan masyarakat diuji,” tambah Om Zein disambut tepuk tangan riuh peserta apel.
Ajakan untuk Konsisten Demi Kesejahteraan Warga
Menutup pidatonya yang menguras emosi, Bupati Purwakarta meminta seluruh kepala dinas dan pejabat pemda untuk menjadi contoh garda terdepan.
Beliau tidak ingin program ini hangat-hangat tahi ayam.
Melalui ketegasan yang dibalut empati ini, Om Zein berharap Purwakarta bisa menjadi pelopor daerah yang sukses mengintegrasikan kebijakan lingkungan dengan peningkatan ekonomi rakyat kecil.
Bagi para pengemudi transportasi umum, hari Rabu kini bukan lagi hari biasa, melainkan hari penuh senyuman dan optimisme.***
