Judul:
GEMPOLIN Ubah Cara Warga Kelola Sampah, Ribuan Rumah di Gempolsari Mulai Terlibat
Caption:
Program GEMPOLIN di Kelurahan Gempolsari, Kota Bandung, mendorong warga mengelola sampah sejak dari rumah melalui edukasi, pendataan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
KESATU.CO – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat di Kota Bandung. Salah satunya melalui Program GEMPOLIN (Gerakan Bersama Warga Gempolsari Mengelola Sampah) yang mengajak warga Kelurahan Gempolsari untuk lebih aktif memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.
Program tersebut diawali dengan pelatihan kader pada Mei 2026 yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan sejumlah mitra. Para kader tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga kemampuan komunikasi agar mampu mengedukasi masyarakat secara efektif.
Selanjutnya, kader GEMPOLIN melakukan sosialisasi langsung ke rumah-rumah warga di 10 RW. Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 2.513 rumah dengan total 9.975 jiwa berhasil terdata. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen warga diketahui telah melakukan pemilahan sampah organik dari rumah masing-masing.
Kasi Ekbang Kelurahan Gempolsari Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Wahidin Sinaga, S.AB., M.AP, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan aktif warga, Rabu (24/06/2026)
Menurut Wahidin, pendekatan yang dilakukan tidak sebatas edukasi, tetapi juga menghadirkan sistem yang memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih tertib dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan Aplikasi GEMPOLIN yang membantu proses pendataan dan permintaan pengangkutan sampah. Melalui sistem tersebut, pengurus RT dan RW dapat mengajukan permintaan pengangkutan secara digital sehingga proses pelayanan menjadi lebih terukur dan terdokumentasi dengan baik.
Program ini juga didukung petugas GOBER yang mampu mengolah sampah hingga sekitar 350 kilogram per hari. Sampah yang terkumpul tidak hanya diangkut, tetapi juga dipilah dan diolah guna mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Selain menyasar rumah tangga, GEMPOLIN turut melibatkan pelaku usaha melalui pelatihan UMKM ramah lingkungan. Para pelaku usaha didorong untuk mengurangi sampah kemasan serta memanfaatkan bahan yang masih memiliki nilai guna.
Baca Juga: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, Waspadai Beberapa Penyakit Ini
Program ini juga memperkenalkan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, pupuk cair organik, hingga budidaya maggot yang dapat digunakan sebagai pakan ikan dan ternak.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GEMPOLIN menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan dukungan teknologi, edukasi, dan semangat gotong royong, program ini diharapkan mampu mewujudkan Kelurahan Gempolsari yang lebih bersih, produktif, dan ramah lingkungan.
