KESATU.CO, PURWAKARTA – Gelaran panggung rakyat Safari Cinta yang berlangsung di Lapangan Glatik, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta pada Sabtu (10/10/2026) malam menjadi momen bersejarah yang tak pernah terlupakan.
Di hadapan ribuan pasang mata, nasib seorang warga bernama Ibu Atik berubah drastis hanya dalam sekejap mata.
Suasana riuh tepuk tangan warga seketika berubah menjadi keheningan yang menyentuh hati.
Ibu Atik tak mampu membendung air mata kebahagiaannya setelah diundang langsung naik ke atas panggung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein.
Malam itu, Ibu Atik menjadi sosok beruntung yang dipilih langsung dalam gaya khas Om Zein yang selalu hangat, komunikatif, dan merakyat.
Pendekatan spontan dengan memanggil warga untuk berbincang secara terbuka menjadi ciri khas kepemimpinan yang menyatukan pemerintah dan masyarakat Purwakarta.
Tangis Haru dan Curahan Hati di Atas Panggung
Di hadapan ribuan warga yang memadati Lapangan Glatik dari sore hingga malam hari, Ibu Atik menceritakan kisah perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan keprihatinan.
Seumur hidupnya, wanita paruh baya ini mengaku tidak pernah merasakan nikmatnya tinggal di rumah milik pribadi.
Selama bertahun-tahun, ia bersama keluarganya harus berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain karena keterbatasan ekonomi.
Kebutuhan tempat tinggal yang layak hanyalah impian panjang yang belum pernah terwujud baginya.
Mendengar kisah pilu dan perjuangan hidup Ibu Atik, Bupati Purwakarta Om Zein tergerak hatinya.
Tanpa ragu, secara spontan di atas panggung ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta akan segera mengambil langkah konkret untuk mengintervensi kondisi sosial tersebut.
“Malam ini ada nasib salah satu warga Cilangkap yang berubah. Yang tadinya pindah-pindah ngontrak, tidak punya rumah, tidak punya tempat tinggal, malam ini hidupnya berubah. Besok akan memiliki tanah sendiri,” tegas Om Zein di atas panggung, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan haru dari seluruh penonton yang hadir.
Bantuan Rumah Layak Huni dan Modal Usaha Rp5 Juta
Komitmen Pemkab Purwakarta tidak hanya berhenti pada janji pembangunan rumah layak huni semata.
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, Om Zein juga menyerahkan bantuan modal usaha secara langsung kepada Ibu Atik sebesar Rp5 juta rupiah.
Bantuan modal usaha ini diharapkan dapat menjadi stimulan awal bagi Ibu Atik untuk memulai roda perekonomian keluarga secara mandiri, sehingga tidak lagi terjebak dalam keterpurukan finansial di masa depan.
Aksi Spontan dan Gotong Royong Pejabat Pemkab Purwakarta
Aksi kedermawanan dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Om Zein menjadi pemantik empati luar biasa bagi seluruh jajaran pejabat pemerintahan daerah yang mendampingi acara malam itu.
Tergerak oleh momen haru tersebut, Wakil Bupati Purwakarta, Sekretaris Daerah (Sekda), Kapolres Purwakarta, hingga para kepala dinas yang hadir secara sukarela dan spontan berinisiatif mengumpulkan donasi pribadi langsung di tempat kejadian.
Dari aksi solidaritas dan kepedulian jajaran Forkopimda serta dinas terkait, terkumpul dana bantuan tambahan sebesar Rp18 juta rupiah.
Melihat kekompakan dan kepedulian para jajarannya, Om Zein kemudian menggenapkan bantuan tersebut dengan menambahkan uang pribadi sebesar Rp2 juta rupiah.
Dengan demikian, total bantuan tunai yang berhasil diserahkan secara langsung malam itu kepada Ibu Atik mencapai Rp20 juta rupiah, di luar kepastian pembangunan unit rumah layak huni beserta kepemilikan tanah pribadi.
Kesejukan Safari Cinta untuk Masyarakat Purwakarta
Suasana haru tak terbendung menyelimuti seluruh area Lapangan Glatik ketika air mata Ibu Atik menetes deras menahan kebahagiaan.
Ribuan warga Desa Cilangkap dan sekitarnya yang menyaksikan secara langsung pun turut merasakan kebahagiaan mendalam atas rezeki tak terduga yang diterima oleh tetangga mereka.
Program Safari Cinta yang digagas oleh Pemkab Purwakarta terbukti bukan sekadar ajang silaturahmi dan hiburan rakyat biasa, melainkan media efektif untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluh kesah warga secara langsung, serta memberikan solusi instan bagi permasalahan kesejahteraan masyarakat di lapangan.***
